Ibadah Haji

Menjelang Keberangkatan ke Tanah Suci, ada 3 Hal yang Harus Diperhatikan Calon Jemaah

Ditjen PHU, Hilman Latief, mengingatkan calon jemaah bahwa ada 3 hal yang harus mereka perhatikan selama berada di Tanah Suci.

Editor: AC Pinkan Ulaan
Twitter Haj Ministry
Ditjen PHU, Hilman Latief, mengingatkan calon jemaah bahwa ada 3 hal yang harus mereka perhatikan selama berada di Tanah Suci. Keterangan foto: (Ilustrasi) 

TRIBUNBEKASI.COM, JAKARTA -- Tak lama lagi calon jemaah haji asal Indonesia akan diterbangkan ke Tanah Suci, untuk mengikuti Ibadah Haji 1443H atau 2022M.

Menurut laman Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU), kelompok terbang pertama akan berangkat pada 4 Juni 2022.

Menjelang masa pemberangkatan jemaah, Dirjen Penyelenggara Haji dan Umrah (PHU), Hilman Latief, mengingatkan calon jemaah bahwa ada 3 hal yang harus mereka perhatikan.

Pertama, Hilman mengingatkan pentingnya sikap disiplin dari semua jemaah untuk mematuhi protokol yang telah ditetapkan.

"Karena saat ini konteksnya masih pandemi, meskipun sudah banyak kelonggaran," katar Hilman, sebagaimana dilansir laman Ditjen PHU.

"Kedua tentu saja persyaratan-persyaratan yang diminta segera dipenuhi, seperti vaksinasi, (tes) PCR dan seterusnya, karena waktunya juga sudah semakin dekat," sambung Hilman.

Ketiga, Hilman menuturkan pihaknya akan akan memberikan imbauan kepada para pembimbing ibadah haji untuk tertib mengatur pergerakan jemaah selama musim haji.

"Jangan sampai terlalu lelah karena musim haji kali ini, insyaallah semakin dekat, dan situasinya agak berat seperti yang tadi disampaikan oleh Pak Menteri," imbuhnya.

Suhu ekstrem

Sepulangnya dari kunjungan kerja selama 5 hari di Arab Saudi, Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas mengimbau jemaah untuk memperhatikan kondisi fisik dan kesehatannya, mengingat Arab Saudi sudah memasuki musim panas.

"Saya perlu sampaikan, di Saudi sedang musim panas. Jadi kemarin kami di sana itu temperatur kurang lebih 40 - 44 derajat celcius," kata Yaqut mengungkapkan.

"Menurut informasi yang saya terima di Saudi, itu belum di masa puncak. Nanti di saat pelaksanaan ibadah hingga puncak haji diperkirakan bisa mencapai 50 derajat celcius," imbuhnya. (*)

Sumber: Ditjen PHU

  • Ikuti kami di
    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved