Berita Internasional

Invasi Militer Rusia ke Ukraina Berdampak Resesi Global, Presiden Bank Dunia Sebut Sulit Dihindari

Presiden Bank Dunia, David Malpass mengungkap invasi militer Rusia ke Ukraina berdampak resesi global.

Editor: Panji Baskhara
AFP/Sergei Supinsky
Presiden Bank Dunia, David Malpass mengungkap invasi militer Rusia ke Ukraina berdampak resesi global. Foto: Personel militer Ukraina ambil bagian dalam latihan perang di wilayah Zhytomyr pada 21 November 2018. 

TRIBUNBEKASI.COM - Presiden Bank Dunia, David Malpass ungkap dampak buruk invasi militer Rusia ke Ukraina.

Menurut David Malpass invasi Rusia dapat memberi dampak buruk pada harga pangan dan energi secara global.

Kondisi tersebut pada akhirnya bisa memicu resesi global.

Berbicara dalam acara Kamar Dagang Amerika Serikat (AS), Malpass menjadikan Jerman sebagai negara dengan perekonomian keempat terbesar keempat di dunia jadi contohnya.

Baca juga: Rusia dan NATO Bakal Perang Nuklir di Ukraina?

Baca juga: Gagal Kuasai Kota Kharkiv Ukraina, Presiden Rusia Vladimir Putin Pecat Dua Jenderalnya Sekaligus

Baca juga: Kemendagri Ukraina Klaim Terima 32 Ribu Laporan Soal Kerabat Tentara Rusia yang Hilang dalam Perang

Ekonomi Jerman saat ini telah melambat secara substansial karena harga energi yang lebih tinggi.

Pengurangan produksi pupuk  juga dapat memperburuk kondisi di tempat lain.

"Saat kita melihat PDB global, saat ini sulit untuk melihat bagaimana kita menghindari resesi."

"Gagasan tentang penggandaan harga energi sudah cukup untuk memicu resesi dengan sendirinya," ujar Malpass pada Rabu (25/5/2022) seperti dikutip Reuters.

Presiden Bank Dunia David Malpass. (AFP/Sajjad Hussain)

 

Malpass melihat bahwa ekonomi Ukraina dan Rusia sama-sama diperkirakan mengalami kontraksi yang signifikan.

Di saat yang sama, Eropa, China dan Amerika Serikat mengalami pertumbuhan yang lebih lambat.

Pandemi Covid-19 dan inflasi juga akan membuat China mengalami perlambatan pertumbuhan yang relatif tajam.

Kondisi itu akan memperburuk krisis real estat yang sudah ada sebelumnya yang dihadapinya.

Halaman
123
Sumber: Tribunnews.com
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved