Ibadah Haji

Jangan Tunggu Haus Imbau Jemaah Haji Rajin Minum untuk Cegah Dehidrasi, Jangan Lupa Tambahkan Oralit

Jemaah haji Indonesia diminta disiplin minum selama berada di Tanah Suci, meski tidak haus.

Editor: AC Pinkan Ulaan
Istimewa
Jemaah haji Indonesia disarankan meminum cairan elektrolit saat berada di Tanah Suci, untuk mencegah dehidrasi. Keterangan foto: (Ilustrasi) 

TRIBUNBEKASI.COM -- Slogan "Jangan Tunggu Haus" akan sering dilihat jemaah haji Indonesia saat berada di Arab Saudi nanti.

Pasalnya slogan itu akan terpasang di perangkat kerja Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Bidang Kesehatan, yang tujuannya mengingatkan jemaah haji dan petugas untuk rajin minum air meski tidak haus.

Sebagaimana dilansir laman Pusat Kesehatan Haji, hal ini ditekankan oleh Kepala Pusat Kesehatan Haji, dr Budi Sylvana MARS dalam Zoom Meeting PPIH Arab Saudi Bidang Kesehatan Tahun 2022.

Lebih dari 50 derajat Celcius

Budi mengatakan bahwa tingginya suhu Arab Saudi saat ini perlu diwaspadai oleh petugas dan jemaah haji tahun ini, sehingga cukup membahayakan.

Budi mengungkapkan, saat kunjungan ke Arab Saudi pada tanggal 21- 25 Mei dalam rangka persiapan penyelenggaraan haji, suhu di Tanah Suci pada siang hari mencapai 52 derajat Celcius.

Bahkan saking panasnya suhu udara, menyebabkan salah satu kaca jendela KKHI Mekkah pecah.

Karena itulah petugas harus selalu mengingatkan Jemaah haji agar waspada dengan cuaca panas itu.

Oralit

Peringatan soal cuaca panas ini juga disampaikan Koordinator Promosi Kesehatan PPIH Bidang Kesehatan dr  Edi Supriyatna dalam forum yang sama.

Dia menjelaskan, perbedaan suhu yang ekstrem antara Indonesia dan Arab Saudi, ditambah kelembaban yang rendah di sana, menimbulkan potensi dehidrasi bagi jemaah haji Indonesia.

Kondisi ini dapat mengarah kepada situasi yang lebih parah, yakni heat exhausted bahkan heat stroke.

Karena itu asupan mineral yang cukup menjadi kunci penting dalam menjaga jemaah haji tetap terhidrasi dengan baik.

"Kunci Dehidrasi adalah mineral loss, jadi harus minum air yang dicampur elektrolit. Jangan tunggu haus," ujar dr Edi.

Halaman
12
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved