Berita Bekasi

Kota Bekasi Kekurangan 21 Ribu Kambing dan Domba untuk Kurban 

berdasarkan data tahun lalu untuk kebutuhan hewan kurban jenis kambing dan domba, warga Kota Bekasi membutuhkan sebanyak 22.000 ekor.

Penulis: Joko Supriyanto | Editor: Ichwan Chasani
TribunBekasi.com/Rangga Baskoro
Ilustrasi hewan kurban. 

TRIBUNBEKASI.COM, BEKASI SELATAN — Menjelang hari raya Idul Adha, ketersediaan hewan kurban di wilayah Kota Bekasi masih kurang dibanding kebutuhan masyarakat setempat.

Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Pada Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKPPP) Kota Bekasi Wadi Rimal mengatakan jumlah hewan kurban yang ada, tidak sebanding dengan kebutuhan masyarakat kota Bekasi.

"Untuk kebutuhan hewan-hewan kurban di Kota Bekasi, Kita masih mengalami kekurangan dari segi jumlahnya. Karena dari ketersediaan hewan yang ada, tidak sebanding dari jumlah hewan kurban yang dibutuhkan," kata Wadi Rimal, Selasa (31/5/2022).

Diungkapkan oleh Wadi Rimal, bahwa saat ini berdasarkan data tahun lalu untuk kebutuhan hewan kurban jenis kambing dan domba, warga Kota Bekasi membutuhkan sebanyak 22.000 ekor.

Sementara saat ini ketersediaan baru tercatat ada 1.000 ekor, maka masih kurang 21 ribu ekor kambing maupun domba yang layak kurban.

Baca juga: Belasan Sapi Positif PMK, DKPPP Kota Bekasi Bentuk Satgas Pantau Kesehatan Hewan Menjelang Idul Adha

Baca juga: Jabar Micro-Lockdown, Kota Bekasi Bentuk Satgas Antisipasi Penyebaran Wabah PMK

Baca juga: Usai Pelonggaran Masker dalam Satu Pekan, Kasus Covid-19 Stabil Tak Ada Peningkatan Signifikan

Sedangkan untuk kebutuhan hewan kurban jenis sapi dan kerbau di Kota Bekasi yaitu sebanyak 7.000 ekor. Sementara dari jumlah ketersediaan yang ada, tercatat baru mencapai 500 ekor.

"Sehingga dari jumlah ketersediaan hewan kurban dan jumlah kebutuhan hewan kurban yang ada masih tergolong belum mencukupi," katanya.

Dari kekurangan ketersediaan hewan kurban di Kota Bekasi ini, maka DKPPP Kota Bekasi harus mengambil ke beberapa wilayah lain, untuk memenuhi ketersediaan hewan kurban di Kota Bekasi.

Hanya saja, karena saat ini wabah penyakit mulut dan kuku (PMK) mulai menyebar, maka perlu pengetatan pemeriksaan.

"Kami masih mengambil hewan dari wilayah luar. Maka dari itu karena kasus PMK mulai naik, kami melakukan pengawasan dengan ketat hewan kurban dari luar daerah, dan mewajibkan untuk menjalani karantina terlebih dahulu," ucapnya. 

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved