Breaking News:

Berita Bekasi

Penampakan Kuburan Motor di Kantor Unit Gakkum Satlantas Polres Metro Bekasi, Polisi: Didiamkan Saja

Kantor Unit Gakkum Satlantas Polres Metro Bekasi lebih dikenal dengan sebutan tempat kuburan motor.

Penulis: Rangga Baskoro | Editor: Panji Baskhara
TribunBekasi.com/Rangga Baskoro
Kantor Unit Gakkum Satlantas Polres Metro Bekasi tak hanya dijadikan sebagai tempat untuk menangani kasus kecelakaan lalu lintas saja, namun juga dikenal dengan sebutan 'kuburan motor'. 

TRIBUNBEKASI.COM - Kantor Unit Gakkum Satlantas Polres Metro Bekasi tak hanya dijadikan sebagai tempat untuk menangani kasus kecelakaan lalu lintas saja, namun juga dikenal dengan sebutan 'kuburan motor'.

Sebanyak lebih dari 700 unit motor yang ringsek akibat terlibat kecelakaan terbengkalai di lahan yang terletak di Jalan Inspeksi Kalimalang, Desa Wangunharja, Kecamatan Cikarang Utara tersebut.

Kanit Gakkum Satlantas Polres Metro Bekasi, Iptu Carmin menjelaskan terdapat berbagai alasan sehingga motor-motor tersebut kini terbengkalai di Kantor Unit Gakkum Lantas.

Hal yang melatarbelakanginya adalah proses hukum yang belum tuntas pada kasus kecelakaan tersebut.

"Biasanya motor rusak enggak diambil lagi karena di pengadilannya belum ada putusan. Mayoritas penyebabnya karena korbanya sudah meninggal," tutur Carmin saat dikonfirmasi, Sabtu (4/6/2022).

Terdapat pula pihak keluarga yang ogah mengambil motor itu dikarenakan telah ringsek dan butuhkan biaya yang sangat mahal untuk memperbaikinya.

Alhasil, motor itu pun terbengkalai sehingga diterlantar keluarga korban kecekalaan lalu lintas.

"Memang kerusakannya parah kalau ada korban yang meninggal. Ada yang bagian depannya hancur, ada yang mesinnya mati. Macam-macam," ucapnya.

Kemudian, ada pula korban yang mengalami trauma setelah mengalami kecelakaan sehingga enggan mengambil kendaraannya, meskipun hanya mengalami sedikit kerusakan.

Terhadap kasus itu, Carmin menjelaskan pihaknya tak bisa berbuat banyak dikarenakan perlu proses pengadilan sebelum bisa melelang atau menjualnya.

"Kami tidak bisa sembarangan menjualnya begitu saja, karena butuh putusan pengadilan. Jadi ya didiamkan saja bertahun-tahun seperti ini," kata Carmin.

Bila kecelakaannya melibatkan kendaraan roda empat, Ia akui biasanya pengendara yang terlibat mengambilnya kembali dikarenakan nilai ekonomisnya masih tinggi.

(TribunBekasi.com/ABS)

Ikuti kami di

AA
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved