Berita Bekasi

Kasus Pemotor Tenggelam Ditabrak Fortuner Ternyata Rekayasa Demi Klaim Asuransi Miliaran Rupiah

Kombes Gidion Arif Setyawan memastikan bahwa Wahyu Suhada saat ini masih hidup meski kini ia masuk daftar pencarian orang (DPO).

Penulis: Rangga Baskoro | Editor: Ichwan Chasani
TribunBekasi.com/Rangga Baskoro
Rilis ungkap kasus laporan palsu korban tenggelam ditabrak mobil Fortuner di Kalimalang. 

TRIBUNBEKASI.COM,CIKARANG PUSAT — Polisi mengungkap fakta baru terkait kasus korban bernama Wahyu Suhada (35) yang dikabarkan tenggelam di Kalimalang akibat tertabrak mobil Toyota Fortuner

Wahyu Suhada dikabarkan terlibat kecelakaan di Jalan Inspeksi Saluran Kalimalang, Desa Hegarmukti, Kecamatan Cikarang Selatan, Kabupaten Bekasi pada Sabtu (4/6/2022) lalu, sekira pukul 03.15 WIB.

Kapolres Metro Bekasi Kombes Gidion Arif Setyawan menjelaskan ternyata kasus kecelakaan yang mengakibatkan Wahyu Suhada tenggelam itu merupakan rekayasa yang sengaja dikarang oleh Wahyu Suhada.

"Dari hasil penyelidikan baik secara saintifik, kemudian data-data lapangan oleh Polsek Cikarang Pusat dan Satlantas Polres Metro Bekasi, menyatakan dan menyimpulkan, memastikan bahwa kejadian kemarin adalah bukan kejadian yang sesungguhnya tapi merupakan kejadian yang direkayasa dan diinisiasi oleh Wahyu," kata Gidion Arif Setyawan saat rilis ungkap kasus di lokasi kejadian, Senin (6/6/2022).

Ada pun motif rekayasa tersebut dilatarbelakangi karena Wahyu Suhada sebagai aktor utama, ingin mengklaim asuransi kematian yang nilainya mencapai miliaran rupiah.

Baca juga: Diseruduk Mobil Fortuner, Dua Pengendara Motor Terpental ke Kalimalang, Satu Orang Hilang Tenggelam

Baca juga: Hari Pertama Diberlakukan, Pengendara Kaget Jalan Salemba Raya Masuk Perluasan Ganjil Genap

"Kenapa mereka menginisiasi melakukan perbuatan tersebut adalah untuk mendapatkan klaim asuransi," ungkapnya.

Kombes Gidion Arif Setyawan memastikan bahwa Wahyu Suhada saat ini masih hidup meski kini ia masuk daftar pencarian orang (DPO).

Dalam melakukan aksi tipu-tipu tersebut, Wahyu Suhada dibantu oleh tiga orang temannya

Mereka berbagi tugas dan memiliki peran masing-masing.

Ketiga rekan Wahyu Suhada itu pun telah ditetapkan sebagai tersangka.

Baca juga: Berkas Perkara Kasus Binomo Indra Kenz Kembali Dilimpahkan ke Kejaksaan Agung

Baca juga: Perluasan Ganjil Genap DKI Jakarta Berlaku Ujicoba Sepekan, Ini Sanksi Bagi Pelanggar

Pertama, Abdil Mulki (37) yang mengaku sebagai orang yang kala kejadian bersama Wahyu Suhada saat kecelakaan terjadi.

Padahal, dia sengaja menabrakkan motornya ke arah Kalimalang hingga pura-pura pingsan.

Kedua, Dena Surya Kusuma (25) sebagai orang yang berpura-pura melaporkan kecelakaan tersebut ke Polsek Cikarang Pusat.

Lalu, ketiga yakni Asep Rian Irawan selaku orang yang menolong Mulki di lokasi kejadian.

Para pelaku dikenakan Pasal 220 KUHP tentang Laporan Palsu dengan ancaman hukuman maksimal satu tahun penjara.

Baca juga: Kepulauan Seribu Berpotensi jadi Lokasi Wisata Transplantasi Terumbu Karang

Baca juga: Usai Anjlok Rp10.000 Per Gram, Harga Emas Batangan Antam Hari Ini Naik Tipis, Simak Daftarnya

Sebelumnya dikabarkan, dua orang pengendara motor bernama Wahyu (35) dan Abdil (37) terpental ke Kalimalang setelah ditabrak pengendara mobil Toyota Fortuner, Sabtu (4/6/2022).

Abdil ditemukan warga di pinggir kali dan mengalami luka di bagian kaki. Ia telah dilarikan ke RS Medirosa Tegal Gede Cikarang untuk menjalani perawatan intensif.

Sedangkan Wahyu Suhada hingga kini belum ditemukan dikarenakan tenggelam setelah terpental dihantam pengendara mobil yang melarikan diri.

Belakangan diketahui bahwa kasus tersebut sengaja direkayasa agar Wahyu Suhada bisa mengklaim asuransi kematian yang nilainya miliaran rupiah. (Wartakotalive.com/Rangga Baskoro)

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved