Berita Bekasi

Tidak Lolos di Jalur KETM PPDB Jawa Barat, Siswa Bisa Sekolah di Swasta dan Dapat Bantuan Rp 2 Juta

Siswa yang mendaftar jalur afirmasi keluarga ekonomi tidak mampu (KETM), namun tak lolos di sekolah negeri akan mendapatkan bantuan senilai Rp 2 juta.

Penulis: Joko Supriyanto | Editor: Panji Baskhara
Gorontaloprov.go.id via motorplusonline.com
Ilustrasi: Kepala KCD Wilayah III Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat, Asep Sudarsono akui siswa yang daftar jalur afirmasi keluarga ekonomi tidak mampu (KETM), namun tak lolos di sekolah negeri bisa sekolah swasta dan akan mendapatkan bantuan senilai Rp 2 juta. 

TRIBUNBEKASI.COM - Siswa yang mendaftar jalur afirmasi keluarga ekonomi tidak mampu (KETM), namun tak lolos di sekolah negeri akan mendapatkan bantuan senilai Rp 2 juta.

Hal tersebut dibenarkan langsung Kepala KCD Wilayah III Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat, Asep Sudarsono.

Hanya saja, bantuan itu berlaku bagi calon peserta didik yang hanya daftar melalui jalur Afirmasi dan tidak daftar di jalur zonasi.

Bantuan ini berlalu bagi SMA/SMK Negeri di Jawa Barat termasuk Kota Bekasi.

"Yang merasa tidak mampu, coba daftar ke SMA/SMK Negeri melalui jalur KETM, jika dia tidak diterima di Negeri bisa sekolah di swasta dan mendapatkan bantuan 2 juta dari Pemprov Jabar," katanya Asep Sudarsono, pada Senin (6/6/2022).

Kata Asep, pemberian bantuan ini ialah bentuk perhatian Pemerintah Provinsi Jawa Barat dalam hal membebaskan biaya masuk sekolah bagi siswa yang tidak mampu ketika masuk di sekolah Swasta.

Apalagi jalur KETM di PPDB Jawa Barat hanya 12 persen.

"Nah, kuota yang tidak mampu itu kan terbatas di Negeri, padahal yang tidak mampu akibat Covid-19 itu banyak, maka kalau dia tidak mampu dan tidak diterima di negeri, sekolah di swatas dapat," katanya.

Alasan Asep meminta calon siswa yang tidak mampu untuk menggunakan jalur KETM, agar dapat terbatas berapa jumlah siswa yang tidak mampu dan tidak diterima di SMA/SMK Negeri.

Sehingga nantinya akan disiapkan anggaran dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

Namun, dana bantuan sebesar Rp 2 juta tersebut tidak diberikan kepada orang tua murid maupun calon siswa.

Melainkan dana bantuan itu langsung diberikan ke sekolah swasta yang dipilih calon siswa, setelah tidak diterima di SMA/SMK Negeri.

"Maka dia sekolah di swasta maka uang 2 juta itu akan diberikan ke sekolah swasta Jadi bukan ke siswanya, jadi ke sekolah swastanya,"

"Khawatir kalau di kasih ke siswanya, siswa malah enggak daftar ke swasta, jadi kita bebaskan yang tidak mampu," ucapnya.

(TribunBekasi.com/JOS)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved