Covid19

Kronologi Omicron BA.4 dan BA.5 Masuk ke Indonesia, Menkes: dari Mauritius, Amerika dan Brazil

Menkes Budi Gunadi Sadikin mengaku beberapa negara di dunia alami kenaikan kasus virus corona atau Covid-19 varian baru omicron BA.4 dan BA.5.

Editor: Panji Baskhara
Shutterstock/Lightspring via Kompas.com
Foto Ilustrasi: Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan beberapa negara di dunia alami kenaikan kasus virus corona atau Covid-19 omicron BA.4 dan BA.5. 

Lalu, apa saja gejala Omicron BA.4 dan BA.5?

Gejala Omicron BA.4 dan BA.5

Berikut gejala Omicron BA.4 dan BA.5 yang dikutip dari www.prevention.com:

Profesor dan kepala penyakit menular di Universitas di Buffalo di New York, Thomas Russo, M.D, mengatakan secara keseluruhan, gejala Covid-19 cukup konsisten.

Sehingga tidak ada perbedaan besar gejala Omicron BA.4 dan BA.5 dengan gejala varian Omicron alinnya.

Mereka juga tampaknya menyebabkan penyakit yang tidak lebih parah daripada versi sebelumnya dari Omicron.

Gejala Covid-19 yang paling umum, menurut CDC:

- Demam atau kedinginan;

- Batuk;

- Sesak napas atau kesulitan bernapas;

- Kelelahan;

- Nyeri otot atau tubuh;

- Sakit kepala;

- Kehilangan rasa atau bau baru;

- Sakit tenggorokan;

- Hidung tersumbat atau pilek;

- Mual atau muntah;

- Diare;

- Batuk;

- Kelelahan;

- Penyumbatan;

- Pilek.

Langkah Pencegahan:

Adapun langkah pencegahan yang paling utama adalah mendapatkan vaksinasi booster.

Tujuan pemberian vaksinasi booster adalah mencegah timbulnya gejala yang lebih parah dari gejala biasanya.

Selain itu, tetap menerapkan dan mematuhi protokol kesehatan 3M, yaitu:

- Memakai masker

- Menjaga jarak dan menghindari kerumunan

- Mencuci tangan menggunakan sabun atau  hand sanitizer.

(Tribunnews.com/Aisyah Nursyamsi/Tribunnews.com/Farrah Putri Affifah)

Sumber: Tribunnews.com
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved