Berita Nasional

Begini Respon Menlu India Saat Retno Marsudi Menyinggung Soal Isu Penghinaan Nabi Muhammad SAW

Menteri Luar Negeri Indonesia (Menlu RI) Retno Marsudi singgung tentang isu penghinaan Nabi Muhammad SAW saat bertemu Menlu India Jaishankar.

Editor: Panji Baskhara
Wikipedia
Menteri Luar Negeri Indonesia (Menlu RI) Retno Marsudi menyinggung tentang isu penghinaan Nabi Muhammad SAW saat bertemu Menlu India Jaishankar, di New Delhi, Jumat (17/6/2022). Foto: Bendera India 

TRIBUNBEKASI.COM - Menteri Luar Negeri Indonesia (Menlu RI) Retno Marsudi menyinggung soal penghinaan Nabi Muhammad SAW.

Retno Marsudi  bahas isu penghinaan Nabi Muhammad SAW tersebut saat pertemuan komisi bersama Menlu India Jaishankar, di New Delhi, Jumat (17/6/2022).

Retno Marsudi menyampaikan secara khusus ke Menlu India soal keprihatinan dan kecaman, terhadap pernyataan dua politisi partai Bharatiya Janata (BJP) yang menghina Nabi Muhammad.

"Sebagai tanggapan Menlu India sampaikan bahwa statement dua politisi tersebut tak mencerminkan posisi partai BJP dan sama sekali juga tidak mencerminkan posisi pemerintah" kata Retno pada konferensi pers virtual.

Baca juga: Dampingi Jokowi ke KTT G20, Penampilan Menlu Retno Marsudi Menjadi Sorotan, Pakai Sepatu Beda Warna

Baca juga: Alasan Kementerian Luar Negeri Berikan Penghargaan untuk Direktur Wahid Foundation Yenny Wahid

Baca juga: Erick Thohir, Puan Maharani, Triawan Munaf Hingga Retno Marsudi Kompak Olahraga Bareng Saat CFD

Retno mengatakan, Menlu India menjelaskan bahwa dua politisi tersebut telah diberhentikan dari jabatannya dan telah dinonaktifkan dari partai.

Menlu India juga jelaskan secara lebih detail statement yang disampaikan BJP, dimana BJP hormati semua agama dan menolak dengan keras penghinaan terhadap agama.

“BJP juga menentang dengan keras ideologi yang menghina atau merendahkan agama tertentu" terangnya Retno mengutip pernyataan Menlu India.

Saat bertemu Jaishankar, Retno kembali mengulangi apa yang disampaikan di pertemuan para Menlu ASEAN-India mengenai pentingnya terus dikembangkan budaya toleransi dan saling menghormati.

“Hanya dengan saling menghormati perbedaan termasuk perbedaan agama maka persahabatan dan kerjasama akan dapat terus diperkuat,” kata Retno.

Dalam rangka ini, Retno mengatakan, kedua negara sepakat untuk melanjutkan kembali program Indonesia-India Interfaith Dialogue (IIID) yang pernah diselenggarakan pada tahun 2018.

Halaman
123
Sumber: Tribunnews.com
  • Ikuti kami di
    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved