Berita Nasional

Retno Marsudi Kecam Dua Politisi India Menghina Nabi Muhammad SAW, Meutya Hafid: Terus Kawal

Ketua Komisi I DPR Meutya Hafid dukung Menlu Retno Marsudi yang mengecam dua politisi India yang menghina Nabi Muhammad SAW.

Editor: Panji Baskhara
Istimewa
Ketua Komisi I DPR Meutya Hafid dukung langkah Menlu Retno Marsudi yang kecam dua politisi India penghina Nabi Muhammad SAW. 

TRIBUNBEKASI.COM - Isu penghinaan Nabi Muhammad SAW disinggung Menteri Luar Negeri Indonesia (Menlu RI) Retno Marsudi.

Isu penghinaan Nabi Muhammad SAW langsung dibahas Retno Marsudi saat pertemuan komisi bersama Menlu India Jaishankar, di New Delhi, Jumat (17/6/2022).

Ia menyampaikan secara khusus ke Menlu India soal keprihatinan dan kecaman, terhadap pernyataan dua politisi Partai Bharatiya Janata (BJP) yang menghina Nabi Muhammad SAW.

Tindakan Retno Marsudi, ditanggapi Ketua Komisi I DPR Meutya Hafid.

Baca juga: Begini Respon Menlu India Saat Retno Marsudi Menyinggung Soal Isu Penghinaan Nabi Muhammad SAW

Baca juga: Isu Penghinaan Nabi Muhammad SAW Disinggung Retno Marsudi Saat Bertemu Menlu India Jaishankar

Baca juga: Menghina Nabi Muhammad SAW, Joseph Suryadi Sembunyikan Hapenya di Gudang

Ia mendukung langkah pemerintah dalam hal ini Kemenlu RI.

Dimana, Kemenlu RI sampaikan kecaman atas pernyataan dua politikus partai berkuasa di India Partai Bharatiya Janata (BJP) yakni Nupur Sharma dan Naveen Kumar Jindal.

Seperti diketahui kecaman Kemenlu RI itu disampaikan pada forum pertemuan bilateral Menlu RI Retno Marsudi dan Menlu India saat pertemuan Spesial ASEAN-India Foreign Ministers' Meeting (SAIFMM), yang diselenggarakan di New Delhi baru-baru ini.

"Saya juga meminta Kemlu RI untuk terus mengawal dan menyelesaikan kasus penghinaan terhadap Islam baik itu secara bilateral maupun multilateral," kata Meutya Hafid di keterangan tertulisnya di Jakarta, Sabtu (18/6/2022).

Politisi perempuan Partai Golkar itu berpendapat pernyataan dua politisi BJP juga cerminkan ketiadaan sensitivitas, terhadap hubungan bilateral RI-India yang selama ini berjalan dengan baik.

Menurut Meutya Hafid, hubungan dan kerja sama bilateral RI-India dibangun dengan kesamaan pandangan atas penghormatan terhadap hak asasi manusia termasuk saling menghormati antar pemeluk agama.

"Saya berpandangan penghormatan terhadap agama dan keyakinan adalah dasar yang mesti dipegang kokoh dalam hubungan bilateral dan pergaulan internasional."

"Dasar tersebut harus menjadi parameter terhadap masa depan hubungan dan kerja sama RI-India," tegasnya.

Legislator yang juga mantan jurnalis itu menilai kasus penghinaan agama yang diduga dilakukan dua politikus BJP itu ciderai pergaulan internasional.

Khususnya India dengan negara-negara Islam atau negara-negara yang mayoritas penduduk beragama Islam.

Halaman
12
Sumber: Tribunnews.com
  • Ikuti kami di
    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved