Berita Bekasi

Cerita Joki Cantik di Street Race Meikarta, Dari Kejar Sensasi Kini Fokus Prestasi 

Ayu Putri tidak ikut kompetisi, melainkan hanya diminta untuk ikut berpartisipasi, menjajal aspal Street Race Meikarta itu.

Penulis: Joko Supriyanto | Editor: Ichwan Chasani
TribunBekasi.com/Joko Supriyanto
Ayu Putri (21) tengah menunggangi motor yang ia gunakan untuk menjajal lintasan Street Race Meikarta, Cikarang Selatan, Kabupaten Bekasi.  

TRIBUNBEKASI.COM, CIKARANG SELATAN — Meski bertubuh mungil, Ayu Putri (21) dengan santai menunggangi motor matic 200cc lalu melesat di lintasan Street Race Meikarta, Cikarang Selatan, Kabupaten Bekasi, Minggu (19/6).

Ayu, merupakan joki wanita yang kala itu ikut menjajal lintasan Street Race Meikarta.

Ia pun juga mencatat waktu kurang lebih 0,8 detik di lintasan dengan panjang 201 meter.

Torehan waktu yang ia dapat ini pun sempat membuat beberapa penonton berdecak kagum.

Meskipun sempat menjajal lintasan drag race di Street Race Meikarta, namun diakui Ayu dirinya tidak ikut kompetisi, melainkan hanya diminta untuk ikut berpartisipasi, menjajal aspal Street Race Meikarta itu.

Dalam kesempatan itu, Ayu Putri menceritakan bagaimana dirinya bisa terjun di dunia balap motor drag race.

Ia tak menampik jika ia menyukai balap motor, karena sempat menyaksikan balap liar ketika usianya menginjak bangku SMP.

Dari sinilah, ia penasaran untuk menunggangi motor dengan kecepatan tinggi. Ia pun sempat terjun di dunia balap liar, meskipun diakuinya ia sempat berkali-kali dikejar petugas kepolisian yang tengah berpatroli untuk membubarkan aksinya ini.

"Balap liar dulu, liar kan cape ya di kejar kejar polisi mulu, akhirnya dari sini penasaran pengen coba pakai warepack balap," kata Ayu Putri ditemui di Meikarta, Cikarang Selatan, Minggu (19/6/2022).

Setelah merasakan pahitnya jalanan, pada 2015 ia sempat tergabung dalam sebuah tim balap. Namun pada tahun 2018 dirinya dikontrak untuk menjadi pembalap wanita profesional di tim HBRT Lampung dan RHRACER Apparel.
 
Dari sini lah, kepiawaian Ayu dalam berkendara mulai terasah.

Ia pun memahami bahwa drag race bukan hanya sekedar kecepatan motor, namun juga safety saat melaju di arena lintasan.

Bahkan kini Ayu pun sudah menyabet beberapa prestasi dari ajang tersebut.

"Kalo dulu nyarinya sensasi. Kalo sekarang udah ada prestasi lumayan ya, ngejarnya bukan sensasi lagi tapi prestasi. Karena kalo kontrak kan engga main-main, setiap event harus setoran trophy, harus tanggung jawab," katanya.

Wanita asal Cikarang itu, menyampaikan jika trophy pertama ia dapat saat event yang digelar di wilayah Meikarta pada 2016-2017 silam.

Kala itu ia menyabet juara dua kelas wanita. Dari sinilah ia berusaha untuk mengukir prestasi dari hobinya itu.

"Kalo sudah kontrak tim itu udah ngak boleh main-main. Kita nyeting motor ngak pakai helm saja itu sudah kena pinalti dari Tim. Jadi kita harus benar-benar bisa bertanggung jawab," ujarnya.

Terkait respon orang tua, mengenai dirinya menjadi pembalap wanita. Ayu mengakui jika orang tuanya sempat tak memberi dukungan.

Namun, setelah pihak Tim yang mengontraknya datang ke rumah dan memberikan penjelasan, akhirnya ia pun mendapat restu untuk bisa meneruskan hobinya itu. 

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved