Ibadah Haji

Kaki Melepuh adalah Kasus Berulang yang Dialami Jemaah Haji Indonesia akibat Jalan Tanpa Alas Kaki

Kaki melepuh menjadi kasus berulang yang menimpa jemaah haji Indonesia, karena orang Indonesia senang berjalan-jalan tanpa mengenakan alas kaki.

Editor: AC Pinkan Ulaan
Twitter Haj Ministry
Penyambutan kelompok terbang (Kloter) pertama jemaah haji Indonesia di Bandara Prince Muhammad bin Abdulaziz di Madinah, Arab Saudi, 4 Juni 2022 waktu setempat. 

TRIBUNBEKASI.COM -- Datang ke Tanah Suci bisa jadi adalah impian sebagian besar umat muslim di Indonesia.

Maka tak mengherankan bila ada beberapa jemaah haji Indonesia pada tahun ini yang ingin meresapi Tanah Suci seutuhnya, dengan berjalan tanpa alas kaki.

Hanya saja, sebagaimana dilansir laman Kementerian Agama, cuaca di Arab Saudi pada bulan Juni ini sangat panas, dan suhunya mencapai 46 derajat Celsius.

Hal itu menyebabkan lantai halaman Masjid Nabawi ikut panas, dan bisa menyebabkan kaki melepuh jika tidak menggunakan sandal atau sepatu.

Luka bakar tingkat 2

Hal inilah yang dialami oleh salah satu jemaah haji Indonesia asal Banda Aceh. Menurut artikel yang dimuat di laman Kementerian Agama, perempuan paruh baya itu terduduk lemas dan kesakitan saat ditemui dr Fachrurrazy Basalamah, dokter yang tergabung dalam pemberi Pertolongan Pertama pada Jemaah Haji (P3JH), di halaman Masjid Nabawi.

Dokter Fachrurrazy langsung tanggap melihat kondisi lemas dan kesakitan yang dirasakan jemaah tersebut, sehingga dia dengan sigap mengangkat jemaah dan mendudukannya di kursi roda. Telapak kaki jemaah terlihat melepuh dan kemerahan.

“Jemaah mengalami luka bakar derajat dua. Ini merupakan derajat luka bakar tingkat sedang yang terjadi di lapisan kulit lebih dalam dari epidermis. Ditandai dengan kulit memerah, terasa sangat perih, terutama ketika disentuh,” ujar dr. Fachrurozy Basalamah di Madinah, Sabtu (18/6).

“Muncul lepuhan beberapa jam setelahnya dan luka terasa sensitif dan menjadi pucat bila ditekan,” sambungnya.

Dokter Fachrurozy segera melakukan penanganan awal dengan menyirami area luka dengan air dingin dan air Zamzam. Setelah itu dia mengoleskan salep luka bakar di kaki jemaah tersebut, kemudian membalutnya dengan kain kasa.

“Meskipun luka bakar derajat dua tidak membutuhkan operasi maupun bedah, namun tetap harus ditatalaksana dan diperhatikan dengan serius, agar luka tidak semakin parah dan jemaah dapat melanjutkan aktivitasnya,” tandasnya.

Bukan yang pertama

Masalah kaki melepuh yang dialami jemaah asal Nangroe Aceh Darussalam itu bukan yang pertama kali menimpa jemaah haji Indonesia.

Sebelumnya, sebagaimana dilansir laman Pusat Kesehatan Haji, seorang jemaah asal kelompok terbang (kloter) Surabaya juga mengalami hal serupa sekitar 10 hari sebelumnya.

Halaman
123
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved