Ada Beberapa Faktor Membuat Elektabilitas Erick Thohir Melejit di Jawa Timur, Ini Kata Peneliti BRIN

Peneliti Pusat Riset Politik Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Prof Lili Romli mengungkap beberapa faktor elektabilitas Erick Thohir melejit.

Editor: Panji Baskhara
Tribunnews.com
Peneliti Pusat Riset Politik Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Prof Lili Romli mengungkap beberapa faktor elektabilitas Erick Thohir melejit. Foto: Menteri BUMN Erick thohir 

TRIBUNBEKASI.COM - Elektabilitas Menteri BUMN Erick Thohir melejit di daerah Jawa Timur.

Melejitnya elektabilitas Erick Thohir di Jawa Timur ini sesuai dengan hasil survei Poltracking.

Direktur Riset Poltracking Indonesia Arya Budi mengatakan elektabilitas Erick Thohir melesat setelah Februari 2022.

Mulai dari elektabilitas Erick Thohir yang stagnan kisaran 1 persen - 2 persen menjadi 6,1 persen di bulan Mei 2022.

Baca juga: Direktur Poltracking Indonesia Sebut Elektabilitas Erick Thohir Meningkat Signifikan di Jawa Timur

Baca juga: DPW NasDem Usulkan Anies Baswedan, Ganjar Pranowo Hingga Erick Thohir Jadi Bakal Capres Pemilu 2024

Baca juga: Pilpres 2024, Charta Politika: Elektabilitas Ganjar Pranowo dan Erick Thohir Peringkat Teratas

Tokoh lainnya yang juga meningkat bagi warga Jawa Timur ialah Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo.

Ganjar Pranowo menguat 14 persen dari hanya 18 persen pada Agustus 2021, jadi 32 persen di bulan Mei 2022.

Lalu, elektabilitas Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan juga naik dari 4,9 persen menjadi 12,6 persen.

Melejitnya elektabilitas Erick Thohir ini ditanggapi oleh Peneliti Pusat Riset Politik Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Prof Lili Romli.

Dihubungi awak media, Rabu (22/6/2022), Lili Romli mengatakan, ada beberapa faktor yang membuat nama Erick Thohir meningkat.

"Pertama, antara figur Erick Thohir sebagai Menteri BUMN banyak memberikan terobosan terkait dengan program pangan".

Kedua, lanjut Lili Romli, Erick Thohir rajin turun ke bawah sosialisasi atas dirinya, sosialisasi via medsos dan lain-lain.

"Pada setiap event dijadikan ajang sosialisasi. Ketiga, relawan dan jejaring untuk kerja-kerja politik berjalan dengan baik," lanjutnya.

"Meski bukan dari keturunan ulama, Erick Thohir diterima baik oleh kalangan Kyai karena ia konsern atas aspirasi kalangan Nahdlatul Ulama (NU)." tambahnya.

Hal ini, lanjut Lili Romli, terlihat setiap kunjungan ke pesantren-pesantren ia di terima dengan baik.

"Didukung dengan dia menjadi anggota kehormatan NU. Tampaknya Erick Thohir tahu betul bahwa kantong pemilih terbesar ada pada NU."

"Oleh karena itu ia rajin berkunjung ke pesantren-pesantren NU, dan itu berhasil menaikkan popularitas dan elektabilitasnya."

"Menjadi anggota kehormatan Banser juga ikut mendongkrak elektabilitas Erick Thohir. Dengan itu Erick Thohir bisa diterima dikalangan NU."

"Dan kita tahu Jawa Timur merupakan basis NU. Jadi, pilihan untuk jadi anggota kehormatan memberikan nilai tambah pada Erick Thohir," ujarnya.

(TribunBekasi.com/BAS)

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved