Berita Kriminal

Kasus Rudapaksa Balita di Karawang, Asosiasi Advokat Indonesia Mengaku Tak Puas dengan Putusan Hakim

Asosiasi Advokat Indonesia (AAI) mendesak agar terdakwa kasus rudapaksa balita berinisial MRD (20) di Kabupaten Karawang dihukum kebiri kimia.

Penulis: Muhammad Azzam | Editor: Panji Baskhara
Istimewa
Ilustrasi: Asosiasi Advokat Indonesia (AAI) mendesak agar terdakwa kasus rudapaksa balita berinisial MRD (20) di Kabupaten Karawang dihukum kebiri kimia. 

TRIBUNBEKASI.COM - Asosiasi Advokat Indonesia (AAI), mengakui tidak puas terhadap putusan atau vonis 11 tahun penjara terdakwa MRD (20), kasus rudapaksa balita di Kabupaten Karawang, Jawa Barat.

AAI mendesak agar terdakwa MRD tersebut juga dituntut hukuman kebiri.

Ketua Asosiasi Advokat Indonesia (AAI), Yonathan Andre Baskoro mengakui, predator anak di Kabupaten Karawang harus dihukum secara berat seperti kebiri.

Hal itu perlu dilakukan, agar pelaku kekerasan seksual, MRD (20) jera atas perbuatan bejatnya.

Baca juga: Pisah Ranjang dengan Istri, Sang Ayah Rudapaksa Anak Kandung, Polisi: Sudah Tiga Kali

Baca juga: Kasus Rudapaksa Anak di Kabupaten Karawang, Keluarga Korban Harap Pelaku Dihukum Seberat-beratnya

Baca juga: Pria Setengah Baya Rudapaksa Remaja 14 Tahun Selama Setahun, Kini Korban Hamil

"Kami rasa kurang tegas hanya dibui 11 tahun penjara, harus juga dihukum kebiri," ujarnya, Kamis (23/6/2022).

Menurut dia, maraknya kasus predator anak salah satu penyebabnya karena faktor hukuman yang diberikan tidak setimpal, mengingat peristiwa serupa seringkali terjadi.

"Kalau kita tarik kebelakang kenapa sampulnya bisa terulang, itu ternyata dari perspektif hukum kita lihat jauh dri kata jera,"

"Karena hukumannya bisa di tawar dengan berbagai pertimbangan segala macam," ucapnya.

Apalagi, korban pelecehan seksual ini masih balita dan korban akan memiliki traumatis mendalam.

Bahkan, akan sangat sulit untuk menjalani proses kehidupan dalam tumbuh kembangnya.

"Saya tegaskan lagi vonis 11 tahun, ini jauh dari harapan seluruh bangsa, dimana ini korban anak di bawah umur, itu masa depannya bisa dibilang hancur seketika," tegasnya.

Menurutnya lembaga peradilan Karawang hukuman kebiri sesuai dengan PP Nomor 70 atau PP Kebiri Kimia.

Langkah itu juga dalam upaya menekan kasus kekerasan seksual terhadap anak.

"Seharusnya, pelaku predator anak ini ditindak dengan hukum seberat-beratnya, hukuman maksimal predator anak yakni maksimal 15 tahun,"

Halaman
12
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved