Berita Kriminal

Indra Kenz 'Si Murah Banget' Diserahkan ke Kejaksaan Negeri Bersama 2 Mobil Mewahnya

Indra Kenz yang biasanya menampilkan diri di media sosial dengan sosok glamour, tampak keluar dengan kedua tangan diborgol. 

Editor: Ichwan Chasani
Tribunnews.com/Igman Ibrahim
Tersangka kasus judi online berkedok trading binary option lewat aplikasi Binomo, Indra Kenz, tampak mengenakan kemeja putih dan kaca mata dengan kedua tangan diborgol saat digelandang penyidik dari Rumah Tahanan (Rutan) Bareskrim Polri, Jakarta Selatan pada Jumat (24/6/2022) sekitar pukul 07.50 WIB. 

TRIBUNBEKASI.COM —  Indra Kesuma alias Indra Kenz, tersangka kasus judi online berkedok trading binary option lewat aplikasi Binomo, diserahkan Bareskrim Polri ke Kejaksaan Negeri Tangerang Selatan (Kejari Tangsel).

Pantauan di lokasi, Indra Kenz keluar bersama penyidik dari Rumah Tahanan (Rutan) Bareskrim Polri, Jakarta Selatan pada Jumat (24/6/2022) sekitar pukul 07.50 WIB. 

Terlihat, Indra Kenz yang dikenal publik dengan jargon 'Murah Banget' itu tampak memakai kemeja berwarna putih dan memakai kaca mata.

Indra Kenz yang biasanya menampilkan diri di media sosial dengan sosok glamour, tampak keluar dengan kedua tangan diborgol. 

Bersama Indra Kenz yang sudah berstatus tersangka, diserahkan pula barang bukti dua mobil mewah milik Indra Kenz kepada Kejari Tangerang Selatan.

Baca juga: Polisi Bakal Kembali Panggil Iko Uwais ke Polres Metro Bekasi Kota Sabtu Siang

Baca juga: Tunggu Anaknya Pulang dari Jerman, Jenazah Rima Melati Bakal Dimakamkan Minggu

Dua mobil itu adalah Tesla warna biru berpelat B 14 DRA seharga Rp1,3 miliar dan Ferrari California warna merah berpelat B 8877 HP seharga Rp2,5 miliar.

Kedua mobil mewah itu dinaikkan ke atas truk pengangkut menuju Kejari Tangerang Selatan.

Nantinya, kedua mobil yang dibawa tersebut bakal dijadikan sebagai barang bukti terkait kasus Binomo.

Diberitakan sebelumnya, Kejaksaan Agung RI menyatakan bahwa berkas perkara tersangka kasus Binomo Indra Kesuma alias Indra Kenz telah dinyatakan lengkap atau P21 pada Kamis (23/6/2022).

Adapun berkas itu dinyatakan lengkap seusai jaksa Direktorat Tindak Pidana Terhadap Keamanan Negara, Ketertiban Umum dan Tindak Pidana Umum Lainnya (Kamnegtibum dan TPUL) Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Umum (Jampidum) melakukan penelitian.

Baca juga: Jelang Piala AFF U-19 2022, Marselino Ferdinan Fokus pada Kekuatan Tim Sendiri

Baca juga: Sampaikan Perkembangan  SOSEK MALINDO, Dirjen Bina Adwil: Perkuat Kerja Sama di Kawasan Perbatasan

"Berkas perkara atas nama tersangka IK telah lengkap secara formil dan materiil (P-21) setelah dilakukan penelitian," kata Kapuspenkum Kejaksaan Agung RI Ketut Sumedana dalam keterangannya, Kamis (23/6/2022).

Adapun tersangka Indra Kenz disangka melanggar Pasal 45A ayat (1) jo. Pasal 28 ayat (1) UU RI Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan Atas UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik.

Selain itu, Pasal 45 ayat (2) jo. Pasal 27 ayat (2) UU RI Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan Atas UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik dan/atau Pasal 378 KUHP dan/atau Pasal 3 UU RI Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang.

"Sesuai dengan ketentuan Pasal 8 ayat (3) b, Pasal 138 ayat (1), dan Pasal 139 KUHAP, meminta kepada Penyidik Direktorat Tindak Pidana Ekonomi dan Khusus Bareskrim Polri untuk menyerahkan tanggung jawab tersangka dan barang bukti kepada penutut umum guna menentukan apakah perkara tersebut sudah memenuhi persyaratan untuk dapat atau tidak di limpahkan ke Pengadilan," pungkasnya. (Tribunnews.com/Igman Ibrahim)

Sumber: Tribunnews.com
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved