Berita Bekasi

Batu Sejarah Era Kesultanan Banten ke-17 Ditemukan di Bekasi, Diyakini Sebagai Alat Melumat Tebu

Benda yang terbuat dari batu tersebut diduga merupakan alat yang digunakan untuk melumat tebu secara tradisional.

Penulis: Rangga Baskoro | Editor: Dedy
TribunBekasi.com/Rangga Baskoro
Plt Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto saat melihat langsung batu yang diduga benda bernilai sejarah ditemukan di Teluk Pucung, Bekasi Utara, Jumat (24/6/2022). 

TRIBUNBEKASI.COM, BEKASI UTARA --- Sejumlah objek diduga bersejarah ditemukan di pinggir jalan, Kelurahan Teluk Pucung, Kecamatan Bekasi Utara, Kota Bekasi.

Menurut penuturan informasi dari warga setempat, keberadaan batu tersebut sudah ada sejak zaman dahulu, jauh sebelum warga setempat mendirikan bangunan rumah.

Plt Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto meninjau keberadaan objek tersebut pada Jumat (24/6/2022) lalu.

Pihaknya juga membawa serta jajaran Dinas Bina Marga Kota Bekasi untuk mengangkat benda-benda tersebut.

Baca juga: Pemkab Karawang Gandeng Pegiat dan Akademisi Telusuri Sejarah Lengkap Rengasdengklok

Baca juga: Kuncen Ogah Beberkan Sejarah Sumur Binong, Mata Air Sakral Kranggan yang Dibawa Ridwan Kamil ke IKN

"Penemuan batu sejarah ini akan kita proses diteliti lebih lanjut, jika memang benar batu bersejarah, batu tersebut akan kita tempatkan di museum cagar budaya," ungkap Tri melalui keterangan tertulisnya, Sabtu (25/6/2022).

Benda yang terbuat dari batu tersebut diduga merupakan alat yang digunakan untuk melumat tebu secara tradisional.

Benda tersebut sangat mirip dengan batu purbakala era kesultanan Banten abad ke-17.

BERITA VIDEO : REVITALISASI KALIMALANG KOTA BEKASI TAHAP 1 RAMPUNG

Batu tersebut kala itu digunakan untuk memproduksi gula oleh orang-orang Cina di daerah Pecinan, Kelapa Dua dan hasil produksinya dijual ke Batavia untuk selanjutnya diekspor ke Cina dan Jepang.

Cara kerjanya sendiri, mesin tersebut digerakkan secara manual oleh hewan ternak, seperti mesin bajak tradisional.

Tri Adhianto selaku Plt Wali Kota Bekasi mengatakan akan coba mengamankan benda tersebut untuk diteliti lebih lanjut, yang kemudian akan ditempatkan di museum cagar budaya

Komplek percandian Batujaya jadi pilihan warga liburan

Situasi pandemi Covid-19 dan penyekatan mobilitas, membuat warga Karawang, Jawa Barat memilih berlibur dengan berwisata di dalam Karawang.

Salah satu yang dikunjunginya ialah Kompleks Percandian Batujaya. Para pengunjung warga Karawang memilih lokasi itu selain dekat juga bisa mengenal sejarah.

Halaman
123
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved