Ibadah Haji

Indonesia Dapat Tambahan Kuota Haji 10.000 Jemaah tapi Tak Cukup Waktu untuk Proses Keberangkatannya

Indonesia mendapat tambahan kuota 10.000 jemaah haji pada tahun ini. Namun sudah tak ada waktu untuk memroses kenberangkatan jemaah kuota tambahan.

Editor: AC Pinkan Ulaan
TribunBekasi.com/Joko Supriyanto
Indonesia mendapat tambahan kuota 10.000 jemaah haji pada tahun ini. Hanya saja tak ada waktu lagi untuk memroses keberangkatan jemaah kuota tambahan. Keterangan foto: (ilustrasi) Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil menerima sebanyak 413 calon haji yang akan diberangkatkan ke Tanah Suci melalui Asrama Haji Embarkasi Jakarta-Bekasi, Senin (27/6/2022) pagi. 

TRIBUNBEKASI.COM -- Indonesia mendapat tambahan kuota jemaah haji dari Pemerintah Arab Saudi, sehingga boleh memberangkatkan 10.000 jemaah lagi pada tahun ini.

Sayangnya, pemberian tambahan kuota itu sangat mepet dengan batas waktu terakhir pengiriman jemaah, sehingga tak cukup waktu bagi Direktorat Jenderal Penyelenggara Haji dan Umrah (Ditjen PHU) Kementerian Agama memroses keberangkatan jemaah tambahan.

Sebagaimana dilansir laman Ditjen PHU, Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Hilman Latief menjelaskan bahwa kabar resmi tambahan kuota itu diterima pihaknya pada 21 Juni 2022 malam.

Hanya saja, kabar yang menggembirakan itu tak bisa ditindaklanjuti, karena waktu yang tersedia sangat sempit untuk menyiapkan dan memberangkatkan 10.000 jemaah.

Apalagi, Arab Saudi menetapkan bahwa kuota tambahan itu hanya diperuntukkan bagi haji reguler, sehingga persiapannya harus berdasarkan ketentuan yang berlaku.

“Kementerian Agama terus berkomunikasi intensif setelah menerima surat resmi dari Saudi, terkait adanya tambahan kuota sebesar 10.000. Kami berkomunikasi intensif dengan berbagai pihak, termasuk Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi,” kata Hilman Latief setibanya di Jeddah, Arab Saudi, Rabu (29/6/2022).

“Secara resmi, surat dari Kementerin Haji juga sudah dijawab Kemenag. Mereka memahami kondisi dan sistem yang berlaku di Indonesia. Mereka paham tentang ketentuan porsi, nomor urut, dan lainnya. Berdasarkan regulasi, haji memang harus dijalankan sesuai aturan yang berlaku,” sambungnya.

Proses pemberangkatan jemaah

Secara proses, lanjut Hilman, berdasarkan regulasi yang ada waktu yang tersedia memang sudah tidak cukup. Batas akhir proses pemvisaan jemaah haji regular adalah 29 Juni 2022.

“Penerbangan terakhir atau closing date keberangkatan jemaah dari Tanah Air itu 3 Juli 2022. Artinya per hari ini hanya tersedia 5 hari. Ini tentu tidak cukup waktu untuk memproses kuota tambahan,” kata Hilman.

Halaman
123
  • Ikuti kami di
    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved