Ibadah Haji

Indonesia Dapat Tambahan Kuota Haji 10.000 Jemaah tapi Tak Cukup Waktu untuk Proses Keberangkatannya

Indonesia mendapat tambahan kuota 10.000 jemaah haji pada tahun ini. Namun sudah tak ada waktu untuk memroses kenberangkatan jemaah kuota tambahan.

Editor: AC Pinkan Ulaan
TribunBekasi.com/Joko Supriyanto
Indonesia mendapat tambahan kuota 10.000 jemaah haji pada tahun ini. Hanya saja tak ada waktu lagi untuk memroses keberangkatan jemaah kuota tambahan. Keterangan foto: (ilustrasi) Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil menerima sebanyak 413 calon haji yang akan diberangkatkan ke Tanah Suci melalui Asrama Haji Embarkasi Jakarta-Bekasi, Senin (27/6/2022) pagi. 

Setelah itu, harus diterbitkan Keputusan Menteri Agama tentang Pedoman Pelunasan Haji bagi Kuota Tambahan.

Harus ada kontrak

Bersamaan dengan itu, lanjut Hilman, Kemenag harus melakukan verifikasi data jemaah yang berhak berangkat untuk kemudian diumumkan sebagai jemaah yang berhak melakukan pelunasan. Tahap selanjutnya adalah masa pelunasan.

“Beriringan dengan pelunasan, Kemenag akan melakukan pengurusan dokumen jemaah, mulai dari paspor, pemaketan layanan, dan visa. Namun pemaketan tidak bisa dilakukan jika belum ada kontrak layanan dan pembayaran dengan penyedia layanan di Saudi,” kata Hilman.

“Visa jemaah juga tidak bisa diterbitkan sebelum ada pemaketan. Input pemaketan belum bisa dilakukan jika belum ada kepastian kloter dan jadwal penerbangan. Jadwal penerbangan tidak bisa dilakukan sebelum ada kontrak penerbangan dan slot time. Jadi perlu ada penyesuaian kontrak,” sambungnya.

Haji khusus

Pemrosesa haji khusus, kata Hilman, prosesnya tidak jauh berbeda. Para Penyelenggara Ibadah Haji Khusus (PIHK) juga harus melakukan sejumlah tahapan yang memakan waktu tidak sebentar sampai proses pelunasan dan pemaketan.

“Termasuk proses pengembalian Biaya Perjalanan Ibadah Haji (Bipih) Khusus dari BPKH ke PIHK, pengurusan tiket, dan kontrak layanan di Arab Saudi, serta input data ke E-Haj dan pemvisaan,” kata Hilman.

Untuk tahun depan

Hilman menyampaikan terima kasih atas tambahan kuota haji untuk Indonesia dari Pemerintah Arab Saudi. Namun hal itu tidak bisa diproses karena waktu yang sangat terbatas.

Kemenag saat ini masih fokus memberangkatkan kuota yang ada agar lancar dan terserap maksimal.

“Semoga tambahan kuota ini bisa kami gunakan pada musim haji yang akan datang. Bahkan kalau bisa ditambah lagi. Namun, harus dipastikan sejak awal agar cukup waktu untuk mempersiapkan,” tuturnya.

Sebagai perbandingan, tahun 2019 Indonesia juga mendapat kuota tambahan 10.000. Namun kepastian adanya kuota tambahan itu sudah diperoleh pada bulan April 2019. Padahal pemberangkatan kloter pertama saat itu pada 5 Juli 2019.

“Jadi saat itu memang masih cukup waktu untuk memprosesnya,” tandas Hilman. (*)

Sumber: Ditjen PHU

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved