Berita Bekasi

Menjelang Peparda Jawa Barat, NPCI Kabupaten Bekasi Benahi Sistem Pemberian Bonus Atlet

National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) Kabupaten Bekasi akan mengevaluasi sistem penyaluran bonus bagi atlet paralimpik.

Penulis: Rangga Baskoro | Editor: AC Pinkan Ulaan
Tribun Bekasi/Rangga Baskoro
Rapat kerja National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) Kabupaten Bekasi dengan Komisi II DPRD Kabupaten Bekasi dan Dinas Kebudayaan, Pemuda dan Olah Ragadi Gedung DPRD Kabupaten Bekasi, Jumat (1/7/2022). Rapat ini membahas sistem penyaluran bonus bagi atlet paralimpik. 

TRIBUNBEKASI.COM, CIKARANG -- National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) Kabupaten Bekasi, yang merupakan induk olahraga bagi atlet penyandang disabilitas di Kabupaten Bekasi, bakal segera melakukan evaluasi internal guna menyempurnakan sistem penyaluran bonus bagi atlet disabilitas.

Evaluasi dilakukan dalam rangka persiapan Pekan Paralimpiade Daerah (Peparda) IV Jawa Barat, yang akan digelar pada Desember 2022.

Ketua NPCI Kabupaten Bekasi, Kardi Leo, mengatakan evaluasi secara menyeluruh itu merupakan bentuk pertanggungjawaban, serta merealisasikan semangat transparansi.

"Sesuai arahan dari pimpinan komisi, evaluasi ini akan kami lakukan," kata Leo usai rapat kerja bersama Komisi II DPRD Kabupaten Bekasi, dan Dinas Kebudayaan, Pemuda dan Olah Raga.

Rapat dilaksanakan di Gedung DPRD Kabupaten Bekasi, Jumat (1/7/2022).

Pada Peparda IV mendatang, atlet disabilitas asal Kabupaten Bekasi akan bertanding di 12 cabang olahraga. Pihaknya berharap para atlet bisa mendulang emas untuk Kabupaten Bekasi.

Dana kontribusi

Dalam rapat tersebut, evaluasi turut diberikan kepada proses penyaluran bonus bagi atlet disabilitas yang meraih medali di Pekan Paralimpiade Nasional (Peparnas) XVI Papua 2021.

Leo menegaskan, penyaluran bonus perlu disempurnakan dengan memenuhi aspek administrasi dan keterbukaan. Menurut dia, tidak ada potongan bonus yang dilakukan secara langsung kepada para atlet tersebut.

Hanya saja terdapat anggaran kontribusi yang diberikan atlet kepada organisasi, yang sifatnya sukarela. Dana kontribusi juga telah tercantum dalam anggaran dasar dan anggaran rumah tangga.

"Kami jelaskan bahwa itu adalah kontribusi, dan ada aturan berdasarkan AD/ART-nya seusai aturan organisasi. Kami juga ada rapat-rapat yang dinotulensikan terkait hal tersebut," katanya.

Pada Perparnas Papua lalu, 24 atlet yang mewakili kontingen Jawa Barat sukses meraih 55 medali, yang terdiri dari 22 emas, 17 perak dan 16 perunggu.

Sebagai bentuk apresiasi, para atlet ini mendapat bonus mulai dari Rp20 juta untuk mendali perunggu, Rp35 juta untuk medali perak, dan peraih medali emas mendapat bonus sebesar Rp50 juta.

Leo memastikan dana kontribusi tersebut telah disosialisasikan kepada para atlet sebelum menerima bonus. Dia menambahkan, dana kontribusi ini pun telah sesuai aturan organisasi dan disepakati bersama.

"Semuanya sudah kami sosialisasikan kepada atlet. Ini sebenarnya hanya ada sedikit dinamika organisasi. Artinya terlepas itu pandangan subjektif atau objektif, yang jelas kami punya aturan," tutur Leo.

Dalam kesempatan yang sama, Plt Kadispora, Henri Lincoln, menyatakan Pemkab Bekasi sudah melaksanakan kewajibannya dengan memberikan bonus langsung ke rekening setiap atlet. Bonus diberikan sesuai komitmen.

Sementara itu, Wakil Ketua Komisi II, Nyumarno, menyatakan NPCI Kabupaten Bekasi harus melakukan pembenahan sesegera mungkin.

Kendati dana kontribusi bersifat sukarela dan sesuai AD/ART organisasi, namun bonus atlet merupakan hak atlet yang bertanding.

"Jadi saya tegaskan untuk segera melakukan pembenahan. Ada waktu sampai 14 hari ke depan untuk melakukan evaluasi, dan setelah itu laporannya kami tunggu. Ini berkaitan dengan hak atlet dan uang negara, proses administrasinya harus dipenuhi," ucap Nyumarno.

Sumber: Tribun bekasi
  • Ikuti kami di
    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved