Berita Kriminal

Tersangka Doni Salmanan Bakal Segera Diserahkan Bareskrim ke Kejari Bandung

Kapuspenkum Kejaksaan Agung RI Ketut Sumedana menyampaikan nantinya JPU bakal meneliti apakah perkara itu bisa dilimpahkan ke pengadilan atatu tidak.

Editor: Ichwan Chasani
Wartakotalive.com/Desy Selviany
Afiliator investasi bodong berkedok trading Forex Qoutex, Doni Salmanan ditampilkan pakai baju tahanan oleh Ditipid Siber Bareskrim Polri di Mabes Polri, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Selasa (15/3/2022). 

TRIBUNBEKASI.COM — Aparat kepolisian dari Bareskrim Polri menjadwalkan penyerahan tersangka kasus investasi bodong lewat platform trading dan investasi online Quotex, Doni Salmanan, kepada Jaksa Penuntut Umum (JPU) pada Selasa (5/7/2022).

Kasubdit I Dittipidsiber Bareskrim Polri, Kombes Reinhard Hutagaol menyatakan bahwa tersangka Doni Salmanan nantinya bakal diserahkan beserta barang bukti kasus yang menjeratnya, kepada Kejaksaan Negeri Bale Bandung, Jawa Barat.

"Penyerahan Tersangka dan Barang Bukti (Tahap 2) akan dilaksanakan hari Selasa tanggal 5 Juli 2022 ke Kejari Bale Bandung Jabar," kata Kombes Reinhard Hutagaol saat dikonfirmasi, Sabtu (2/7/2022).

Dalam kasus ini, kata Kombes Reinhard Hutagaol, Doni Salmanan disangkakan pasal 28 ayat (1) Jo Pasal 45A ayat (1) UU No. 19 Tahun 2016 tentang perubahan atas UU No. 11 Tahun 2008 tentang informasi dan transaksi elektronik. 

Doni Salmanan juga dijerat Pasal 3 dan atau pasal 4 UU Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang.

Baca juga: Kecelakaan Maut Libatkan Sepeda Motor di Pondok Indah, Dua Orang Tewas

Baca juga: Mills Keluarkan Jersey Timnas Indonesia Tandang Terbaru, Berharap Bisa Ulangi Kejayaan

"Menginformasikan perkara Doni M Taufik alias Doni salmanan, Dugaan Tindak Pidana menyebarkan berita bohong dan menyesatkan yang mengakibatkan kerugian konsumen dalam transaksi elektronik dan atau pencucian uang," pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, Kejaksaan Agung RI menyatakan pihaknya meminta Bareskrim Polri agar segera menyerahkan tersangka kasus Quotex Doni Salmanan dan barang bukti kepada Jaksa Penuntut Umum (JPU).

Kapuspenkum Kejaksaan Agung RI Ketut Sumedana menyampaikan bahwa nantinya JPU bakal meneliti apakah perkara tersebut bisa dilimpahkan ke pengadilan atau tidak.

Hal itu sesuai dengan ketentuan Pasal 8 ayat (3) b, Pasal 138 ayat (1), dan Pasal 139 KUHAP.

"Kami meminta kepada penyidik Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri untuk menyerahkan tanggung jawab tersangka dan barang bukti kepada penuntut umum guna menentukan apakah perkara tersebut sudah memenuhi persyaratan untuk dapat atau tidak dilimpahkan ke pengadilan," kata Ketut kepada wartawan, Sabtu (2/7/2022).

Baca juga: Tren Jumlah Pengguna KRL Jabodetabek Saat Libur Sekolah Alami Kenaikan

Baca juga: Piala AFF U-19: Masih ada yang Menyalakan Suar saat Pertandingan, Aparat Pengamanan Kecolongsn

Dijelaskan Ketut  Sumedana, berkas perkara Doni Salmanan sebelumnya telah dinyatakan lengkap secara formil dan materiil setelah dilakukan penelitian oleh Jaksa Peneliti.

Adapun tersangka Doni Salmanan dijerat sejumlah pasal berlapis.

"Adapun Tersangka DS disangka melanggar Pasal 45A ayat (1) jo. Pasal 28 ayat (1) UU Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan Atas UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik dan/atau Pasal 378 KUHP dan/atau Pasal 3 dan Pasal 4 UU Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang," pungkasnya.

Sebagai informasi, Doni Salmanan ditetapkan sebagai tersangka dalam dugaan kasus judi online berkedok trading binary option melalui platform Quotex.

Halaman
12
Sumber: Tribunnews.com
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved