Bulutangkis

Malaysia Terbuka 2022: Sebagai Juara Ganda Putri, Apri/Fadia dapat Hadiah Uang hampir Rp350 Juta

Sebagai pasangan yang tergolong baru, Apriyani Rahayu/Siti Fadia Silva Ramadhanti telah menjuarai 2 dari 5 turnamen yang mereka ikuti.

Media Humas PBSI
Apriyani Rahayu/Siti Fadia Silva Ramadhanti menjadi juara nomor Ganda Putri turnamen Malaysia Terbuka 2022, setelah mengalahkan pasangan Tiongkok Zhang Shu Xian/Zheng Yu, Minggu (3/7/2022). 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Apriyani Rahayu/Siti Fadia Silva Ramadhanti berhasil menjadi kampiun nomor Ganda Putri di tunamen bulutangkis Malaysia Terbuka 2022.

Sebagaimana diwartakan Tribun Jabar, pasangan yang lahir menjelang SEA Games 31 Vietnam ini mendapat hadiah uang Rp349.650.000, karena Malaysia Terbuka merupakan turnamen kategori Super 750, sehingga hadiahnya tergolong besar..

Apri/Fadia menjuarai nomor Ganda Putri Malaysia Terbuka setelah mengalahkan pasangan Tiongkok Zhang Shu Xian/Zheng Yu, Minggu (3/7/2022).

Tampil di Axiata Arena, Kuala Lumpur, Apriyani/Fadia menang lewat drama rubber game untuk menjadi juara. Pertandingan berdurasi 1 jam 11 menit itu berakhir dengan skor 21-18, 12-21, dan 21-19.

Meski menjadi juara di turnamen Super 750, serta membawa pulang hadiah uang cukup besar, Apriyani/Fadia mengaku tak mau berpuas diri.

"Alhamdulillah, kami memang ingin juara. Setiap pertandingan pasti ada target dan hari ini tercapai menjuarai Malaysia Open. Tapi kami belum berpuas diri," kata Apri di sesi wawancara.

Turnamen berikutnya

Yang pasti Apri dan Fadia langsung menatap turnamen berikutnya, yang masih berlokasi di Malaysia, yakni Malaysia Masters 2022.

"Masih ada Malaysia Masters minggu depan, kami harus menyiapkan lagi. Perjalanan baru akan dimulai, ketika turun dari podium kami balik dari nol lagi," tutur Apriyani.

Tunda debut

Pasangan duetnya, Fadia, pun mengatakan sangat bangga dan tak hentinya mengucap syukur atas gelar juara ke-2-nya setelah berpasangan dengan Apriyani Rahayu.

"Rasanya sangat senang karena di awal pas mau dipasangkan, Kak Apri ada sedikit cedera. Jadi harus menunda debut," ujar Fadia.

Untuk informasi, seharusnya mereka debut di Korea Terbuka 2022, namun Apri cedera saat bertanding di All England 2022.

"Alhamdulillah, saat berpasangan di empat pertandingan pertama bisa langsung juara SEA Games dan sekarang juara di (BWF) World Tour. Semoga ke depan semakin percaya diri, makin baik lagi dan saya akan terus belajar," lanjutnya.

Tertekan

Pada pertandingan pamungkas tersebut, Apri/Fadia mengakui jalannya pertandingan berlangsung sengit dan saling menekan.

Apriyani yang memiliki jam terbang lebih tinggi dari Fadia pun mengarahkan Fadia untuk fokus kepada strategi dan coba keluar dari tekanan lawan secara perlahan.

"Tadi di pertandingan kami sama-sama (under) pressure, tegang pastinya. Terutama di gim ketiga kami unggul satu dan dua poin terus mereka mengejar. Tetapi coba kami lawan dengan komunikasi, dan saya yakin saja kalau mereka tidak bisa mengembalikan pukulan kami. Saya terus tekankan seperti itu ke Fadia, satu poin demi satu poin. Kuncinya adalah kesabaran," kata Apri.

"Mereka juga terlihat tegang, jadi saya mikirnya ketika unggul tipis itu, tidak apa buang satu poin tapi harus dapat satu poin lagi," sambung Fadia.

Rumah sendiri

Menjalani partai final di negeri jiran, di hadapan publiknya, Apriyani/Fadia tak menyangka mendapatkan dukungan penuh dari khalayak Malaysia.

"Hari ini kami seperti main di rumah sendiri, terima kasih untuk semua penonton di Axiata Arena. Juga terima kasih kamia kepada seluruh masyarakat Indonesia yang mendukung kita dari rumah," ujar Apri.

"Gelar juara ini untuk PBSI, pelatih, Kak Greysia (Polii), keluarga, dan semua orang-orang tercinta dan tersayang," lanjut Apri.

Sumber: Wartakota
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved