Ibadah Haji

Menjelang Ibadah di Arafah, Muzdalifah, dan Mina, Jemaah Haji Indonesia Diminta Beristirahat

Jemaah haji Indonesia diminta tidak beraktivitas berlebihan sebelum tahap ibafah Arafah, Muzdalifah, dan Mina.

Editor: AC Pinkan Ulaan
Twitter Haj Ministry
Jemaah haji Indonesia diminta tidak beraktivitas berlebihan sebelum tahap ibafah Arafah, Muzdalifah, dan Mina, agar tidak kelelahan di ibadah puncak Haji. Keterangan foto: (ilustrasi) Penyambutan kelompok terbang (Kloter) pertama jemaah haji Indonesia di Bandara Prince Muhammad bin Abdulaziz di Madinah, Arab Saudi, 4 Juni 2022 waktu setempat. 

TRIBUNBEKASI.COM - Jemaah haji Indonesia diminta beristirahat tiga hari, menjelang tahap ibadah Arafah Muzdalifah dan Mina (Armuzna), untuk mempersiapkan fisik mereka.

Hal ini disampaikan Kepala Pusat Kesehatan Haji dr Budi Sylvana MARS, dalam siaran pers ya dilansir laman Kmenetreian Kesehtaan.

Dokter Budi Sylvana juga meminta semua petugas kesehatan mengampanyekan istirahat tiga hari ini agar kondisi fisik jemaah haji prima saat melakoni rangkaian ibadah wajib haji.

Petugas diminta mengingatkan jamaah haji untuk tidak melakukan aktivitas yang berlebihan menjelang Armuzna.

"Paling tidak tiga hari sebelum armuzna jemaah perbanyak istirahat di hotel, pastikan stamina dan kesehatan terjaga sebelum puncak haji," kata dr Budi mengimbau.

Risiko tinggi

Imbauan ini bukan tanpa alasan, sebab 63 persen jemaah haji Indonesia pada Ibadah Haji 1443H merupakan jemaah Haji Risti (risiko tinggi), sehingga jamaah perlu menghemat energinya untuk dapat aktivitas ibadah dengan prima di armuzna.

"Agar Jemaah tidak lelah dan stres. Hal ini (stres dan lelah) bisa memicu kekambuhan penyakit. Cara terbaik untuk menghindarinya adalah dengan istirahat," tambah dr. Budi.

Untuk itu, strategi promosi kesehatan pada jemaah mulai difokuskan kepada kampanye untuk istirahat dari beraktivitas di luar hotel untuk persiapan menghadapi Armuzna.

Koordinator Promosi Kesehatan, dr Edi Supriyatna, mengatakan bahwa pesan-pesan agar aktivitas fisik jemaah disesuaikan dengan kondisi kesehatannya juga terus digaungkan.

"Materi promosi fokus kepada minum jangan tunggu haus, minum air dicampur elektrolit (oralit), pemeriksaan kesehatan Jemaah haji yang memiliki penyakit komorbid, penggunaan masker dan payung agar terhindar dari sengatan matahari, berhenti merokok dan penyesuaian aktivitas untuk menghindari kelelahan terus kami gaungkan," ucap dr Edi.

Ditambah minum obat secara teratur sesuai saran dokter, lanjut dr Edi, demi mengupayakan jemaah dapat beribadah dalam kondisi yang terbaik.

Pendekatan dan edukasi diberikan langsung kepada jemaah haji di setiap kloter. Setiap harinya, tim promosi kesehatan bergerilya memanfaatkan semua sarana dan prasarana yang ada untuk terus menyampaikan pesan-pesan promosi kesehatan.

"Berbagai Inovasi dilakukan agar pesannya dapat sampai kepada jemaah haji. Montohnya menggunakan sunah rasulullah saat minum, ketika kami melakukan edukasi jangan tunggu haus," ujar dr Edi. (*)

Sumber: Kementerian Kesehatan

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved