Berita Kriminal

Polisi Tangkap Komplotan Maling, Modusnya Sasar Motor Tak Dikunci, Dijual Rp 1 Juta di Facebook

Aksi ketiga pelaku pencurian motor ini terungkap setelah Polsek Pondok Gede mendapati tiga laporan dari masyarakat.

Penulis: Joko Supriyanto | Editor: Dedy
TribunBekasi.com
Kapolsek Pondok Gede Kompol Herman memperlihatkan barang bukti hasil pengungkapan kasus pencurian kendaraan bermotor. Selasa (5/7). 

TRIBUNBEKASI.COM, PONDOK GEDE --- Polsek Pondok Gede, Kota Bekasi berhasil mengamankan tiga orang pelaku pencurian kendaraan bermotor yang kerap beraksi di wilayah Kota Bekasi.

Tiga pelaku diantaranya WF, SR dan DJ.

Kapolsek Pondok Gede, Kompol Herman Edco Simbolon mengatakan jika tiga pelaku pencurian kendaraan yang dilakukan oleh ketiga pelaku ini, memiliki modus yang berbeda dengan pelaku lain pada umumnya.

Baca juga: Meski Usia 69 Tahun Lansia di Bekasi Ini Tak Ciut Hadapi Maling Motor, Langsung Hajar Pelaku Kabur

Baca juga: Pemulung Curi Motor Terekam CCTV, Polisi Belum Tahu Apakah Pelaku Seorang Pemulung atau Cuma Modus

Dimana para pelaku ini, melakukan aksi dengan mencari kendaraan yang terparkir di luar rumah ataupun di pinggir jalan, dengan sasaran kendaraan tersebut tidak di kunci stang.

"Jadi ini beda modus operandinya dengan pelaku pelaku lain pada umumnya yang merusak kunci. Kalau ini tidak merusak kunci motor. Tapi mencari motor yang tidak di kunci stang lalu mendorongnya," kata Kompol Herman di Polsek Pondok Gede, Selasa (5/7/2022).

Aksi ketiga pelaku pencurian motor ini terungkap setelah Polsek Pondok Gede mendapati tiga laporan dari masyarakat.

BERITA VIDEO : POLISI TANGKAP PEMBOBOL ATM MODUS BARU

Atas laporan itu pihaknya pun langsung menindaklanjuti.

Hasil penyelidikan polisi diketahui identitas para pelaku dan berhasil mengamankan tiga pelaku satu diantaranya dibawah umur di wilayah Pondok Gede.

Berdasarkan pemeriksaan para pelaku, diungkapkan oleh Kompol Herman jika para pelaku mengaku baru beberapa bulan melakukan aksinya itu.

Hasil kendaraan yang berhasil diambil oleh pelaku langsung dijual melalui media sosial Facebook.

"Jadi rata-rata dijual dibawah satu juta. Melalui Facebook jualnya. Jadi cod-an. Dia pasang iklan di facebook kemudian ada orang tertarik lalu janjian di suatu tempat setelah dibayar ya sudah dia hapus chat di FBnya," katanya.

Diungkapkan oleh Kompol Herman dari hasil kejahatannya ini, para pelaku gunakan sebagai biaya kebutuhan sehari-hari seperti membayar sewa kontrakan, ada pula juga digunakan untuk bersenang-senang bersama teman-temannya.

"Uang pengakuan mereka dipakai untuk kebutuhan sehari hari. Untuk bayar kontrakan pengakuan mereka seperti itu," ujarnya.

Berdasarkan keterangan pelaku, dikatakan oleh Kompol Herman masih ada satu pelaku yang DPO atas nama Rizal.

Para pelaku ini selalu bergantian ketika beraksi.

Atas perbuatannya para pelaku dikenakan pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan dengan ancaman hukuman maksimal 7 tahun penjara. 


 

 

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved