Ibadah Haji

Sampai 6 Juli 2022 Jumlah Jemaah Haji Indonesia yang Wafat di Tanah Suci Menjadi 22 Orang

Jumlah jemaah haji Indonesia yang meninggal di Tanah Suci menjadi 22 orag pada 6 Juli 2022.

Penulis: AC Pinkan Ulaan | Editor: AC Pinkan Ulaan
Twitter Haj Ministry
Jumlah jemaah haji Indonesia yang meninggal di Tanah Suci menjadi 22 orag pada 6 Juli 2022. Keterangan foto: (Ilustrasi) 

TRIBUNBEKASI.COM -- Jumlah jemaah haji Indonesia yang wafat di Tanah Suci bertambah 1 orang, sehingga total menjadi 22 orang pada Rabu (6/7).

Hal ini diumumkan Wawan Djunaedi, Plh Kepala Biro Humas, Data, dan Informasi Kementerian Agama Republik Indonesia, dalam siaran pers di laman Direktorat Jenderal Penyelenggara Haji dan Umrah (PHU) hari ini.

“Jemaah wafat bertambah 1 orang, atas nama Nursiah Darsiah Simpin, perempuan, 60 tahun, nomor paspor C66 94 569, kloter BTH22, asal Embarkasi Batam. Sehingga sampai hari ini jemaah wafat sebanyak 22 orang," kata Wawan Djunaedi.

Selain itu, Wawan juga menginformasikan bahwa jumlah jemaah haji Indonesia yang sakit saat ini sebanyak 120 orang, dengan rincian 96 orang dirawat di Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) dan 24 orang dirawat di RS Arab Saudi.

Tren positif

Sementara itu, sebagaimana dilansir laman Pusat Kesehatan Haji, Kepala Pusat Kesehatan Haji Budi Sylvana menyatakan bahwa jumlah angka kamatian pada jamaah haji trennya positif sesuai data statistik tahun ini.

Artinya kematian jamaah haji Indonesia di Tanah Suci sudah dapat dikendalikan, sehingga ada penurunan dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya.

"21 jamaah haji yang meninggal itu kalau kita lihat secara statistik trennya positif, bahkan tren penurunan kematiannya 300-400 persen penurunannya dibandingkan tahun-tahun sebelumnya," ujar Budi pada Senin (4/7).

Budi berharap ikhtiar semua petugas kesehatan mampu menurunkan angka kesakitan dan kematian pada jamaah haji, sehingga angka kematian jumlahnya tidak bertambah sampai selesai penyelenggaraan ibadah haji.

"Mudah-mudahan bisa konstan, bisa stabil sampai prosesi haji selesai," katanya.

Budi mengingatkan, semua petugas harus memiliki tujuan yang sama menurunkan angka kematian di bawah satu per mil (per seribu). Jika semua petugas satu tujuan, maka tujuan menurunkan angka kematian dapat tercapai.

"Saya ingatkan lagi bahwa misi kita angka kematian harus di bawah satu per mil. Saya tidak akan gunakan angka absolut, kurang dari satu per mil," katanya.

Budi mengatakan, tahun ini jamaah haji Indonesia memang tidak banyak seperti pada penyelenggaraan ibadah haji tahun lalu. Begitu juga dengan petugas kesehatan haji yang juga jumlahnya dikurangi. 

"Jamaah haji kita memang berkurang, tetapi harus diingat juga kalau tenaga kesehatan kita juga berkurang setengahnya. Sehingga hampir sama," katanya

Halaman
12
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved