Ibadah Haji

Jemaah Haji Indonesia yang Wafat di Tanah Suci Tambah 2 Orang pada Kamis 7 Juli 2022

Jumlah jemaah haji Indonesia yang wafat di Tanah Suci tambah dua orang pada Kamis (7/7).

Editor: AC Pinkan Ulaan
Twitter Hajj Ministry
Jemaah Haji Indonesia sudah berada di Arafah untuk melaksanakan ritus puncak Ibadah Haji 1443H. Keterangan foto: (ilustrasi) Jemaah Haji di Arafah pada Jumat (8/7/2022) dini hari. 

TRIBUNBEKASI.COM -- Bertambah lagi jumlah jemaah haji Indonesia yang wafat di Tanah Suci pada Kamis (7/7).

Sebagaimana dinyatakan oleh Plh. Kepala Biro Humas, Data, dan Informasi Kementerian Agama Republik Indonesia, Wawan Djunaedi, dalam Konferensi Pers Penyelenggaraan Ibadah Haji di Asrama Haji Pondokgede Jakarta, Kamis kemarin, data jemaah wafat bertambah dua orang, sehingga total jemaah wafat per 7 Juli 2022 menjadi 24 orang.

“Jemaah wafat bertambah 2 orang, atas nama Anisah Komis Purba, perempuan, 64 tahun, Nomor Paspor C67 33 797, kloter MES 02, asal Embarkasi Medan dan Atang Sutardi Idi, laki-laki, 62 tahun, Nomor Paspor C59 11 524, kloter JKS 23, asal Embarkasi Jakarta Saudia. Sehingga sampai hari ini jemaah wafat sebanyak 24 orang,” kata Wawan, yang dikutip dari laman Direktorat Jenderal Penylenggara Haji dan Umrah (PHU).

Wawan mengungkapkan, saat ini data jemaah haji sakit sebanyak 157 orang, 139 orang dirawat di Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) dan 18 orang dirawat di RS Arab Saudi.

Haji Akbar

Dalam konferensi pers itu Wawan juga menyatakan bahwa puncak pelaksanaan rangkaian Ibadah Haji tahun ini jatuh pada Jumat, 8 Juli 2022.

Sesuai dengan pengumuman Pemerintah Kerajaan Arab Saudi, pelaksanaan Haji 1443H merupakan haji akbar.

Pada hari ini seluruh jemaah haji melakukan Wukuf di Arafah, dan petang nanti sesudah maghrib akan bermalam di Muzdalifah, yang berjarak sekira 9 kilometer dari Arafah. Keesokan harinya para jemaah akan menuju Mina untuk melakukan ritual lempar jumrah.

Mobilisasi jemaah ke lokasi lempar jumrah itu merupakan situasi yang krusial bagi Pemerintah Arab Saudi, sebaga penyelenggara Ibadah Haji.

Beberapa kali terjadi desak-desakan jemaah yang memakan korban jiwa. Menurut laman Arabnews, kasus fatal terakhir di Mina terjadi pada tahun 2016, namun Pemerintah Arab Saudi tak mengeluarkan data korban jiwa.

Kereta

Meski begitu, Pemerintah Arab Saudi terus memperbaiki sarana dan infrastruktur haji, salah satunya dengan membangun kereta cepat sehingga jemaah tak perlu berjalan ke lokasi lempar jumrah.

Untuk masuk ke kereta jemaah harus melewati pintu elektronik yang dijaga banyak petugas, untuk memastikan kelancarannya.

Puluhan ribu polisi juga dikerahkan untuk mengatur kerumunan massa, agar tidak terjadi desak-desakan.

Kementerian Kesehatan Arab Saudi juga mewajibkan jemaah mengenakan masker saat melakukan ritual di Mina, untuk memperkecil kemungkinan penyebaran virus corona antar-jemaah.

Padahal di Arab Saudi sudah tak lagi wajib mengenakan masker. Namun untuk memperkecil risiko, masker wajib dikenakan jemaah.

Pihak Kementerian Kesehatan Saudi juga menganjurkan jemaah membawa air minum, dan sering meminumnya untuk mengindari heatstroke, karena panas di padang gurun mencapai 40 derajat Celcius. (*)

Sumber: Ditjen PHU

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved