Ibadah Haji

Ternyata Begini Kegiatan Safari Wukuf bagi Jemaah Haji yang Sakit

Jemaah haji Indonesia yang sakit tetap bisa melakukan ibadah wukuf di Arafah dengan skema safari wukuf.

Editor: AC Pinkan Ulaan
Twitter Hajj Ministry
Jemaah haji Indonesia yang sakit tetap bisa melakukan ibadah wukuf di Arafah dengan skema safari wukuf. Keterangan foto: (ilustrasi) Jemaah Haji di Arafah pada Jumat (8/7/2022) dini hari. 

TRIBUNBEKASI.COM -- Jatuh sakit saat menunaikan Ibadah Haji adalah sesuatu yang tak diinginkan oleh para jemaah.

Namun hal ini tak bisa dihindari oleh beberapa orang karena suhu udara yang sangat panas di Arab Saudi, ditambah tubuh lama kelamaan mulai lelah karena belum terbiasa dengan aktivitas baru. Di beberapa orang ditambah dengan penyakit yang sudah lama dideritanya.

Sekitar 1 persen jemaah haji Indonesia pada tahun ini sampai harus menjalani perawatan di rumah sakit di fase puncak Ibadah Haji.

Namun Pemerintah Arab Saudi sudah memiliki skema berhaji bagi jemaah yang sakit, agar ibadah haji mereka tetap sah, yakni dengan melakukan safari wukuf di Arafah.

Sebagaimana dilansir laman Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah (Ditjen PHU), proses safari wukuf di Arafah pada tahun ini berjalan lancar.

Sebanyak 139 jemaah yang direncanakan melakukan kegiatan ini bisa ikut semua dalam safari wukuf, menggunakan 10 bus dan 4 ambulans.

Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Mekah juga menyiapkan satu bus cadangan.

Sebagaimana diwartakan laman Pusat Kesehatan Haji, sebanyak 112 jemaah dalam posisi duduk sementara 27 jemaah dalam posisi berbaring.

Jumlah tersebut meliputi pasien dari ruang rawat inap, IGD, isolasi, intermediate, greenzone, dan psikiatri. Hal ini dipastikan Kepala Pusat Kesehatan Haji, dr Budi Sylvana MARS di Arafah.

Para jemaah yang disafariwukufkan dalam posisi duduk terbagi ke dalam 6 bus. Sementara 27 jemaah dalam posisi baring terbagi dalam 4 Bus.

Selain proses safari wukuf yang dilakukan oleh KKHI Mekah, terdapat 1 orang pasien yang disafariwukufkan oleh rumah sakit Arab Saudi (RSAS).

Selama proses safari wukuf ini dr Budi menegaskan bahwa jemaah tetap di dalam bus.

Proses pemberangkatan

Persiapan pemberangkatan jemaah dan bus telah dimulai sejak pukul 05.00. Pasien yang bisa mandi sendiri maka mandi sendiri.

Halaman
123
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved