Ibadah Haji

Jemaah Haji yang Wafat di Tanah Suci Menjadi 36 Orang, 185 Orang Dirawat di Rumah sakit

Jumlah jemaah haji Indonesia yang wafat di Tanah Suci sejak 4 Juli 2022 berjumlah 36 orang.

Editor: AC Pinkan Ulaan
Ditjen PHU
Situasi Pos Kesehatan Haji Arafah, yang menangani jemaah yang jatuh sakit saat berada di Arafah, Kamis (7/7/2022). 

TRIBUNBEKASI.COM -- Jumlah jemaah haji Indonesia yang wafat di Tanah Suci, sampai Senin (11/7) atau hari ke-40 operasional Ibadah Haji, bertambah menjadi 36 orang.

Sebagaimana dilansir laman Direktorat Jenderal (Ditjen) Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU), ada tambahan 8 jemaah yang wafat pada fase pascawukuf di Arafah.

Terdiri dari 2 jemaah wafat di Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Mekah dan 6 jemaah di KKHI Mina.

Pada hari Minggu kemarin laman Ditjen PHU mengumumkan nama 5 jemaah haji yang wafat, yakni:

1. Giri Satmoko Dirdjopuspito, laki-laki, 63 tahun, nomor paspor C23 71 044, kloter JKS 21, asal Embarkasi Jakarta Saudia Bekasi;

2.Makhulak Samian Pirak, perempuan, 55 tahun, nomor paspor C63 69 584, kloter SUB 04, asal Embarkasi Surabaya;

3. Romadhon Masrukin Mukharor, laki-laki, 52 tahun, nomor paspor C67 49 503, kloter SOC 07, asal Embarkasi Solo;

4. Ngatimah Moenali Yusuf, perempuan, 63 tahun, nomor paspor C63 66 993, kloter SUB 36, asal Embarkasi Surabaya; dan

5. Karno Karto Sido, laki-laki, 57 tahun, nomor paspor C57 77 345, kloter SUB 06, asal Embarkasi Surabaya

Jemaah sakit

Sementara sampai hari Minggu kemarin dilaporkanjulah semaah yang sakit 185 orang, di mana 11 orang dirawat di RSAS Al Noer Makkah, 3 di RSAS Mina Al Wadi, dan 171 lainnya dirawat di KKHI Mekah.

Menurun

Sementara itu, menurut Dirjen PHU, Hilman Latief, jumlah jemaah yang wafat ini menurun jauh bila dibandingkan dengan pelaksanaan ibadah haji pada tahun-tahun sebelumnya.

"Jika disandingkan dengan angka kematian pada hari yang sama untuk 5 tahun terakhir, saat ini adalah yang paling sedikit. Angka penurunannya sangat signifikan," kata Hilman.

Berdasarkan data Sistem Informasi dan Komputerisasi Haji Terpadu (Siskohat), lanjut Hilman, pada hari ke-40 operasional haji tahun 2015 ada 397 jemaah wafat.

Sementara pada 2016 ada 180 jemaah wafat. Tiga tahun berikutnya, angka kematian pada angka 327 (2017), 177 (2018), dan 169 (2019).

"Tahun ini angka kematian pada 40 hari operasional, 36 jemaah," tandasnya. (*)

Sumber: Ditjen PHU

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved