Berita Nasional

Menparekraf Sebut Pariwisata Berbasis Masyarakat Kunci Utama Terciptanya Pariwisata Berkelanjutan

Untuk menjaga keberlanjutan dan kualitas destinasi Desa Wisata Silokek, Kemenparekraf akan berkoordinasi dengan berbagai instansi terkait.

Editor: Ichwan Chasani
Istimewa
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahuddin Uno saat mengunjungi Desa Wisata Silokek di Kecamatan Sijunjung, Kabupaten Sijunjung, Sumatera Barat, baru-baru ini. 

Tarian tersebut menggambarkan kehidupan masyarakat Silokek semasa zaman dulu yaitu pendulang emas yang dilakukan secara manual untuk memenuhi kebutuhan ekonomi.

Lalu, ada Talempong Kayu. Itu merupakan alat musik tradisional yang terbuat dari kayu khusus yang diambil dari hutan di Nagari Silokek dan Durian Gadang membuat alat musik ini sangat unik dan langka.

Bunyinya terasa lebut dengan tangga nada yang sederhana.

Desa Silokek pun memiliki Silek Podang atau dalam bahasa Indonesia berarti Silat Pedang, yang merupakan salah satu aliran silat khas tradisi Minangkabau yang ada di Sijunjung.

Baca juga: Ruben Onsu Tanggapi Video Viral Dirinya yang Terjatuh Usai Didorong Kru Televisi

Baca juga: Belum Dapat Momongan, Denny Sumargo Masih Pilih Cara Natural

Aliran silat ini merupakan silat kaum para raja-raja, tapi seiring perkembangan zaman keberadaanya terlupakan.

Untuk urusan kuliner dan souvenir, wisatawan dapat berburu Samba Kacau dan Rendang Paku.

Sedangkan oleh-oleh yang bisa dibawa pulang seperti Songket Unggan, kaus dengan gambar geopark, eco print, dan batik cetak.

Di sini, wisatawan juga dapat bermalam di homestay. Ada empat unit homestay dengan jumlah kamar seluruhnya lima kamar.

Sementara toilet umum yang ada, mudah ditemukan di tempat wisata. Pengelola memisahkan toilet untuk perempuan dan pria, serta berstandardisasi dengan adanya kloset duduk, wastafel, dan cermin.

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved