Berita Nasional

Meski Resmi Mundur, MAKI Minta Dewas KPK Tetap Lanjutkan Sidang Etik Lili Pintauli Hingga Selesai

Sebelumnya, Dewan Pengawas Komisi Pemberantasan Korupsi (Dewas KPK) memutuskan menghentikan sidang dugaan pelanggaran etik Lili Pintauli Siregar.

Editor: Ichwan Chasani
Tribunnews.com/Ilham Rian Pratama
Dewas KPK menghentikan sidang dugaan pelanggaran etik Wakil Ketua KPK Lili Pintauli Siregar. Sebabnya, Lili Pintauli telah resmi mengundurkan diri. 

TRIBUNBEKASI.COM — Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) menyoroti tidak diteruskannya sidang etik oleh Dewan Pengawas Komisi Pemberantasan Korupsi (Dewas KPK) terhadap Wakil Ketua KPK Lili Pintauli Siregar.

Lili Pintauli Siregar diketahui telah resmi mengundurkan diri dari jabatannya sebagai pimpinan KPK.

Kabar kemunduran Lili Pintauli Siregar sebagai pimpinan KPK ini terjadi saat yang bersangkutan sedang menjalani sidang pelanggaran etik oleh Dewan Pengawas (Dewas) KPK.

Atas adanya pengunduran di masa sidang yang sedang berjalan ini, Koordinator MAKI Boyamin Saiman mendesak kepada Dewas KPK untuk tetap melanjutkan sidang tersebut hingga selesai.

"Menurut saya dewan pengawas bukan terkait mundur atau tidak mundur, tetap harus menyidangkan sampai putusan dan putusannya harus dinyatakan bersalah melanggar kode etik dan diminta untuk berhenti," kata Boyamin, Senin (11/7/2022).

Baca juga: Diduga Tercemar Limbah, Ribuan Ikan Sapu-sapu Tewas di Kali Kramat Jati

Baca juga: Pospay Syariah Segera Lengkapi Fitur Pembayaran Haji dan Umrah

Pengunduran diri Lili Pintauli Siregar ini dijadikan alasan Dewas KPK untuk menghentikan proses persidangan kode etik terkait dugaan gratifikasi tiket dan akomodasi MotoGP di Mandalika.

Boyamin menilai, keputusan dari sidang etik ini harus tetap dikeluarkan meski Lili Pintauli Siregar sudah resmi mengundurkan diri. 

"Jadi harusnya begitu karena ini kan apapun perbuatan Bu Lili itu diduga sudah mencoreng nama baik KPK dan juga pemberantasan korupsi jadinya harus tetap diberi sanksi dalam bentuk putusan," ucap dia.

Boyamin menilai, mundurnya Lili Pintauli Siregar sebagai pimpinan KPK seharusnya dimaknai untuk memudahkan proses persidangan bukan untuk mengakhiri sidang.

"Jadi ya mestinya abis ini nanti dewan pengawas bersidang menyatakan Bu lili bersalah melanggar kode etik dan sanksinya adalah diminta untuk mengundurkam diri, dalam bentuk putusan tidak terpengaruh mundur atau tidak mundurnya Bu Lili," tukas dia

Baca juga: Isak Tangis Keluarga Iringi Pemakaman Jenazah Pelawak Rini S Bon Bon

Baca juga: Meski Gagal di Piala AFF U-19, Shin Tae-yong Nilai Performa Timnas U-19 Meningkat

Sebelumnya, Dewan Pengawas Komisi Pemberantasan Korupsi (Dewas KPK) memutuskan menghentikan sidang dugaan pelanggaran etik Wakil Ketua KPK Lili Pintauli Siregar.

"Dewan Pengawas KPK menyatakan sidang etik gugur dan tidak melanjutkan penyelenggaraan sidang etik tersebut," ucap Ketua Dewas KPK Tumpak Hatorangan Panggabean membacakan putusan sidang di kantor Dewas KPK, Jakarta, Senin (11/7/2022).

Sidang etik ini terkait dengan dugaan Lili menerima gratifikasi berupa akomodasi dan tiket menonton MotoGP di Mandalika, Nusa Tenggara Barat, pada Maret 2022, dari PT Pertamina (Persero).

Keputusan ini disebabkan Lili Pintauli Siregar telah mengajukan surat pengunduran diri sebagai Wakil Ketua KPK. 

Halaman
12
Sumber: Tribunnews.com
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved