Ibadah Haji

Jemput Jemaah Haji, Pihak Penyelenggara dari Kemenag Kota Bekasi Minta Keluarga Perhatikan Hal Ini

Diungkapkan, oleh Sri, berkaca tahun lalu, jemaah haji setibanya di Bandara Soekarno Hatta akan langsung diterima di aula kedatangan.

Penulis: Joko Supriyanto | Editor: Dedy
Twitter Hajj Ministry
Keterangan foto: (ilustrasi) Jemaah Haji --- Pihak Penyelenggara Haji dan Umroh Kemenag Kota Bekasi mengimbau keluarga jemaah haji untuk tidak membawa keluarga bahkan kendaraan yang begitu banyak saat melakukan penjemputan di Asrama Haji Embarkasi Jakarta-Bekasi. 

TRIBUNBEKASI.COM --- Pihak Penyelenggara Haji dan Umroh Kemenag Kota Bekasi mengimbau keluarga jemaah haji untuk tidak membawa keluarga bahkan kendaraan yang begitu banyak saat melakukan penjemputan di Asrama Haji Embarkasi Jakarta-Bekasi.

Seperti diketahui jemaah haji asal Kota pada kloter 4 akan lebih dulu tiba di Tanah Air yang dijadwalkan pada Senin (18/7/2022) mendatang dengan jumlah 410 jemaah.

Maka dari itu, kata Kasi Penyelenggaraan Haji dan Umroh Kemenag Kota Bekasi, Sri Siagawati, pihaknya meminta pihak keluarga tetap mematuhi protokol kesehatan.

BERITA VIDEO : RIDWAN KAMIL BERI PESAN INI PADA CALON HAJI JAWA BARAT

"Istilahnya imbauan kita selalu pelaku penyelenggara, untuk penempatan bisa di jemput jemaah itu tapi tidak usah sampai dua atau tiga kendaraan, yang terpenting jemaah dan barang bawaanya bisa terbawa, jemaah merasa nyaman, dan dipastikan penjemput itu keluarga jemaah," kata Sri Siagawati, Rabu (13/7/2022).

Menurut Sri, jika pihak keluarga tidak perlu membawa kendaraan bahkan anggota keluarga yang cukup banyak saat melakukan penjemputan.

Tentunya hal ini dikhawatirkan akan terjadi penumpukan, apalagi ada 410 jemaah yang akan tiba pada pekan depan.

Baca juga: Begini Alur Penjemputan Jemaah Haji Asal Kota Bekasi di Asrama Haji, Keluarga Menunggu di Luar

Baca juga: Jemaah Haji Indonesia Siap-siap Pulang, Masing-masing Dapat 5 Liter Air Zamzam

"Maka jemaah nanti dipastikan dijemput nggak. Kalau misalnya jemput ya nanti dihubungi nanti mereka meminta tolong petugas porter untuk membawa barang barangnya ke penjemput masing-masing," katanya.

Diungkapkan, oleh Sri, berkaca tahun lalu, jemaah haji setibanya di Bandara Soekarno Hatta akan langsung diterima di aula kedatangan.

Nantinya selanjutnya akan diserahkan ke pihak panitia masing-masing daerah. Setelah itu jemaah haji akan langsung menuju ke Asrama Haji Embarkasi Jakarta-Bekasi.

"Setelah diserahkan mereka (jemaah haji) ambil air zamzam, ada kartu pengambilan, setelah pengambilan jika dari luar Kota Bekasi mereka akan masuk ke bus masing-masing daerah, nah koper itu sudah menjadi tanggung jawab panitia daerah," kata Sri.

Sedangkan untuk jemaah haji asal Kota Bekasi tentunya berbeda, karena diperbolehkan untuk melakukan penjemputan.

Namun penjemputan sendiri tidak dilakukan di area dalam Asrama Haji Embarkasi Jakarta-Bekasi, sebab saat kedatangan jemaah Asrama Haji dalam kondisi steril.

"Khusus Kota Bekasi karena memang lepas nya atau bubarnya di Asrama haji , jadi penjemput itu di luar Asrama haji. Kalau masuk kan ngak mungkin 400 mobil masuk semuanya gitu. Timbulnya nanti crowded," katanya.

Tahun-tahun sebelumnya penjemputan jemaah haji oleh pihak keluarga biasa dilakukan di luar Asrama Haji. Setelah dipastikan jemaah haji tersebut dijemput oleh keluarganya, dapat meminta bantuan porter untuk membawa barang-barang ke lokasi penjemputan.

"Biasanya itu jemaah akan konfirmasi ke keluarganya jadi dia telepon langsung ke keluarganya, jadi kita tahu tuh. Koper juga harus jemaah yang ambil, kalo keluarganya ya nanti harus didampingi oleh jemaah," ucapnya. 

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved