Covid19

Kementerian Kesehatan akan Tindak Laboratorium yang Tak Masukkan Hasil Tes PCR Pasien ke Sistem NAR

Kementerian Kesehatan akan membrri sanksi bagi laboratorium yang tidak memasukkan hasil tes PCR Covid-19 ke sistem New All Record (NAR).

Editor: AC Pinkan Ulaan
shutterstock via Kompas.com
Kementerian Kesehatan akan membri sanksi bagi laboratorium yang tidak memasukkan hasil tes PCR Covid-19 ke sistem New All Record (NAR) Kementerian Kesehatan. Keterangan foto: (Ilustrasi) 

TRIBUNBEKASI.COM -- Pandemi Covid-19 mendorong Pemerintah Indonesia membangun sebuah sistem kesehatan, khususnya untuk menangani pandemi Covid-19.

Salah satunya adalah sistem New All Record (NAR) Kemenkes, yang merupakan pusat data tes Covid-19 yang dilakukan masyarakat.

Sistem ini dibuat tidak hanya untuk dipakai untuk menangani kasus Covid-19, melainkan juga membantu masyarakat dalam hal persyaratan bepergian di masa pandemi. Hasil tes akan muncul di aplikasi PeduliLindungi.

Untuk itu ada instruksi dari Kementerian Kesehatan agar pengelola laboratorium yang melakukan tes Covid-19 memasukkan data pasien ke sistem NAR ini.

Cabut izin

Hanya saja, kelihatannya setelah pandemi Covid-19 melandai pengelola laboratorium tak lagi rajin mengimput data itu ke NAR. Ternyata hal itu atas permintaan si pasien.

Maka tak mengherankan bila Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengeluarkan peringatan keras bagi para laboratorium ini.

Sebagaimana dilansir laman Kementerian Kesehatan, Menkes menginstruksikan semua laboratorium (lab) pemeriksaan tes Covid-19 memasukkan hasil tes PCR ke sistem New All Record (NAR) Kemenkes.

Bagi lab yang tidak patuh, Kemenkes akan membekukan izin operasionalnya, atau bahkan mencabutnya.

Kementerian Kesehatan akan segera mengirimkan surat instruksi kepada semua lab pemeriksaan PCR yang mendapatkan izin dari Kemenkes untuk memasukan data pemeriksaannya ke NAR.

"Kalau sampai kami menemukan mereka tidak memasukan hasil tes PCR, kami akan bekukan izinnya. Dan kalau tetap tidak patuh, izin operasionalnya akan kami cabut. Lab wajib memasukkan data semua orang yang dites PCR," ujar Budi pada Senin (11/7).

Permintaan pasien

Instruksi ini muncul menyusul adanya laporan banyak masyarakat yang melakukan tes PCR tapi tidak mau hasilnya tercantum di aplikasi PeduliLindungi.

Mereka meminta Lab pemeriksaan untuk tidak melaporkan hasilnya ke sistem NAR Kemenkes, sehingga hasilnya tidak muncul di PeduliLindungi.

Halaman
123
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved