Berita Bekasi

Tanam 34 Pohon Ganja di Rumah, Pemuda Asal Karawang Gigit Jari Kini Meringkuk di Balik Jeruji Besi

Tiga hari kemudian, polisi langsung membekukan DS di rumahnya dan menemukan bukti bahwa DS ternyata membudidayakan ganja di rumahnya sendiri.

Penulis: Rangga Baskoro | Editor: Dedy
Tribun Bekasi/Rangga Baskoro
Kapolrestro Bekasi Kota, Kombes Hengki, merilis pengungkapan kasus narkoba di Mapolres Metro Bekasi Kota, Jumat (15/7/2022). 

TRIBUNBEKASI.COM, MEDAN SATRIA --- Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Metro Bekasi Kota menciduk dua pria yang menjadi pengedar barang haram berjenis ganja.

Kapolres Metro Bekasi Kota, Kombes Hengki menuturkan awalnya petugas melakukan penangkapan kepada satu orang berinisial SU di Kelurahan Sepanjang Jaya, Kecamatan Rawalumbu, Kota Bekasi.

"Pada tanggal 18 Juni 2022, petugas kami mendapatkan informasi adanya masyarakat yang membawa atau menyimpan daun ganja di Sepanjang Jaya, rawalumbu. Dari hasil tersebut, ternyata betul, kami amankan seorang tersangka berinisial SU (36)," ucap Hengki saat rilis ungkap kasus di Mapolrestro Bekasi Kota, Jumat (15/7/2022).

BERITA VIDEO : POLSEK KEMBANGAN AMANKAN 1,9 KG GANJA SIAP EDAR

Dari tangan SU, polisi mengamankan barang bukti daun ganja kering seberat 141 gram.

Ia mengaku barang tersebut didapatkannya dari tersangka DS (31) yang berdomisili di Batujaya, Kabupaten Karawang.

Tiga hari kemudian, polisi langsung membekukan DS di rumahnya dan menemukan bukti bahwa DS ternyata membudidayakan ganja di rumahnya sendiri.

Baca juga: Terungkap Kurir yang Bawa Ratusan Kilogram Ganja Jaringan Lintas Sumatera-Jawa, Begini Modusnya

Baca juga: Dua Pengedar Narkoba Jenis Sabu dan Ganja Ditangkap Polisi, Pelaku Terancam 20 Tahun Penjara

"Tersangka DS ini ternyata menanam ganja di rumahnya. Kami temukan ada 34 batang pohon ganja yang ditanam di dalam 26 pot," ungkapnya.

Kapolres menjelaskan bahwa bibit ganja didapatkan DS dari tersangka lain yang masuk daftar pencarian orang (DPO). Ia mengetahui cara menanam bibit ganja melalui media sosial.

"Ya mereka nanam untuk diedarkan, makanya tanam di dalam rumah, tidak di kebun, hanya di dalam pot biar aman, dirawat juga, disiram. DS mengaku belajar nanam ganja dari media sosial," tutur Hengki.

Hengki menjelaskan berdasarkan keterangan pelaku, DS baru sekali memanen ganja rumahan yang dibudidayakannya sendiri.

Kedua tersangka dijerat Pasal 114 subsider Pasal 111 ayat 1 dan 2 UU RI Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika, dengan ancaman hukuman paling singkat 5 tahun, atau paling lama 20 tahun dan/atau diancam seumur hidup atau pidana mati. 

 
 
 

 
 
 

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved