Berita kriminal

Pengedar Obat Terlarang Gunakan Toko Kosmetik sebagai Kedok, Edarkan Obat Daftar G Tanpa Izin

Ribuan Tramadol siap beredar ilegal di Kabupaten Bekasi, tapi keburu disita polisi.

Penulis: Rangga Baskoro | Editor: AC Pinkan Ulaan
Istimewa
Kasat Narkoba Polres Metro Bekasi, Kompol Dedi Herdiana, menunjukkan barang bukti kasus penjualan obat terlarang, dalam acara rilis pengungkapan kasus narkoba di Mapolres Metro Bekasi, Senin (18/7/2022). 

TRIBUNBEKASI.COM, CIKARANG -- Satuan Narkoba Polres Metro Bekasi menangkap dua orang yang kedapatan mengedarkan secara ilegal obat yang masuk daftar G.

Kedua orang itu kemudian diketahui bernama DE (37) dan DS (39) yang berasal dari Nangroe Aceh Darussalam (NAD).

Penangkapan ini berawal dari informasi yang diberikan masyarakat, mengenai banyak remaja sering mampir ke toko kosmetik yang terletak di Kampung Bojong RT 001/001, Desa Bojong Sari, Kecamatan Kedungwaringin, Kabupaten Bekasi.

"Kami menerima laporan dari masyarakat terkait adanya toko kosmetik yang sering dikunjungi oleh pemuda-pemuda di Kedungwaringin," kata Kasat Narkoba Polres Metro Bekasi, Kompol Dedi Herdiana, saat rilis pengungkapan kasus di Mapolres Metro Bekasi, Senin (18/7/2022).

Menindak lanjuti informasi tersebut, Dedi mengirim petugas untuk memeriksanya, dan langsung melakukan penggrebekan begitu mengetahui kios itu menjual obat keras berkedok toko kosmetik.

Tramadol

Di sana, petugas menemukan obat-obatan daftar G jenis Tramadol sebanyak 852 butir dan 883 obat lainnya.

Tramadol adalah obat penghilang rasa sakit yang kuat. Untuk menjualnya harus mendapat izin dari pihak berwenang, karena obat ini mengandung Opioid, sebuah senyawa yang termasuk narkotika.

"Tersangka kemudian kami amankan untuk dilakukan interogasi. Dia mengaku hanya penjaga toko tersebut," ucapnya.

Polisi kemudian menelusuri pria yang mempekerjakan DS, dan mendapati bahwa pemilik toko bernama DE, seorang pria yang berasal dari Aceh Utara.

Tim langsung bergegas ke lokasi kontrakan DE di Perum Grand City II, Kecamatan Kedungwaringin, Kabupaten Bekasi.

Dan di sana polisi menemukan ribuan butir Tramadol dan obat-obatan lainnya yang dilarang diedarkan tanpa izin.

"Di kontrakan kami menyita barang bukti berupa 1.850 Butir Tramadol dan 3.000 butir obat terlarang lainnya, serta uang hasil penjualan sebanyak Rp1.590.000," katanya.

Di Tambun Selatan

Selain kedua tersangka, polisi juga menggrebek toko kosmetik lain yang juga menjual obat daftar G di Kecamatan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi.

Tiga orang tersangka berinisial FZ (21), MI (21), dan AH (31) ditangkap polisi karena terbukti menjual obat-obat terlarang kepada pemuda-pemuda di Tambun Selatan.

"Sehingga total barang bukti obat-obatan yang kami amankan dari operasi di bulan Mei sampai Juli sebanyak 9.132 butir Heximer, 3.328 Tramadol, serta uang penjualan sebesar Rp2,4 juta," ucap Dedi.

Para tersangka dikenai Pasal 196 Jo Pasal 98 Ayat (2) dan Ayat (3) Sub Pasal 197 Jo Pasal 106 ayat (1) UU RI Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan dengan ancaman hukuman paling lama 20 tahun penjara.

Sumber: Tribun bekasi
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved