Ibadah Haji

Jemaah Haji Indonesia Diingatkan Jangan Merokok di Madinah kalau Tak Mau Bayar Denda Rp800.000

Tidak boleh merokok sembarangan di kota Madinah, Arab Saudi, terutama di sekitar Masjid Nabawi dan hotel-hotel Jemaah haji.

Editor: AC Pinkan Ulaan
Twitter Haj Ministry
Tidak boleh merokok sembarangan di kota Madinah, Arab Saudi, terutama di sekitar Masjid Nabawi dan hotel-hotel Jemaah haji. Sanksi yang melanggar adalah denda sebesar 200 riyah Arab Saudi yang setara Rp800.000. Keterangan Fotor: (ilustrasi) Masjid Nabawi di Kota Madinah, Arab Saudi. 

TRIBUNBEKASI.COM -- Sebagian jemaah haji Indonesia memang sudah kembali ke Tanah Air, yakni mereka yang masuk kelompok terbang (kloter) gelombang 1.

Sementara jemaah haji Indonesia yang diberangkatkan pada gelombang 2 akan diberangkatkan ke Madinah mulai 21 Juli 2022.

Demikian diwartakan Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah (Ditjen PHU) Kementerian Agama di laman resminya.

Jemaah gelombang 2 ini memang diterbangkan dari Tanah Air menuju Jeddah, karena waktunya sudah mendekati fase puncak Ibadah Haji 1443H.

Karena itu dari Jeddah jemaah langsung dibawa ke Mekah untuk menunaikan rangkaian ibadah haji.

Setelah mereka menuntaskan ibadah di Mekah, fase berikutnya adalah berkunjung ke Madinah untuk menjalani Arbain (salat berjamaah 40 waktu di Masjid Nabawi).

Dilarang merokok

Menjelang keberangkatan jemaah, Kepala Daker Madinah, Amin Handoyo, mengingatkan bahwa ada larangan merokok di Madinah yang disertai sanksi denda yang tidak sedikit jumlahnya. Mencapai 200 riyal Arab Saudi atau sekitar Rp800.000.

"Mekanismenya kami memang belum mengetahuinya. Tapi pengumuman larangan merokok itu sudah ditempel di hotel-hotel yang ditempati jemaah. Bahwa yang merokok di wilayah itu, dengan jarak 10 meter dari hotel itu, akan dikena sanksi 200 riyal," kata Amin Handoyo di kantor Daker Madinah, Minggu (17/7/2022) malam.

Amin mengakui bahwa aturan merokok di Madinah sebelumnya tidak terlalu ketat. Aturan larangan merokok awalnya hanya berlaku untuk di area Masjid Nabawi.

Sementara di sekitar hotel jemaah masih diperbolehkan merokok. Bahkan ada beberapa hotel yang memang menyediakan tempat khusus merokok.

"Memang ada penegasan secara khusus dari Kementerian Kesehatan dan Lajnah Khassah Arab Saudi, terkait dengan rokok. Selain di wilayah haram (Masjid Nabawi), dan juga di wilayah yang dekat dengan hotel," katanya.

“Dalam larangan tersebut dijelaskan, bagi yang melanggar larangan tersebut terancam dengan sanksi denda 200 riyal,” tandasnya. (*)

Sumber: Ditjen PHU

 

  • Ikuti kami di
    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved