Berita nasional

Dukung Bulan Imunisasi Anak Nasional, Pemprov Jabar Alokasikan Anggaran Rp230,96 Miliar

Kementerian Kesehatan menggelar Bulan Imunisasi Anak Nasional (BIAN) untuk meningkatkan kekebalan tubuh anak.

Editor: AC Pinkan Ulaan
Wartakotalive.com/Rizki Amana
Kementerian Kesehatan menggelar Bulan Imunisasi Anak Nasional (BIAN) untuk meningkatkan kekebalan tubuh anak. Keterangan Foto: (ilustrasi) 

TRIBUNBEKASI.COM, YOGYAKARTA -- Ayah dan Bunda, jangan lupa bahwa bulan Agustus besok adalah Bulan Imunisasi Anak Nasional (BIAN) Tahap 2, yang khusus digelar untuk anak-anak di Pulau Jawa dan Pulau Bali.

Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin, sebagaimana dilansir laman Kementerian Kesehatan, BIAN merupakan momentum penting untuk meningkatkan kekebalan tubuh anak, dari penyakit yang dapat dicegah dengan Imunisasi (PD3I) seperti campak, hepatitis, polio, tetanus, rubela, dan difteri, serta mengurangi kesenjangan imunitas di masyarakat.

Ini sejalan dengan pilar pertama transformasi sistem kesehatan, yakni transformasi layanan kesehatan primer dengan memperkuat upaya promotif preventif untuk menciptakan lebih banyak orang sehat.

Selama pandemi Covid-19 dilaporkan ada sekitar 1,7 juta anak Indonesia belum mendapatkan imunisasi dasar lengkap.

Dukungan pemda

Hal ini menghawatirkan Kementerian Kesehatan khawatir, karena jika tidak segera ditangani akan berdampak kepada peningkatan jumlah kasus PD3I, dan terjadinya Kejadian Luar Biasa atau KLB PD3I seperti campak, rubela dan difteri di beberapa wilayah sekaligus menjadi beban ganda Pemerintah di tengah upaya pengendalian pandemi Covid-19 dan penyakit infeksi baru (emerging infectious diseases) lainnya.

Kementerian Kesehatan mendapat dukungan dari 7 gubernur di Jawa dan Bali untuk menyukseskan program BIAN Tahap 2.

Dukungan ini disampaikan dalam acara "Rembuk Aksi Kolaborasi untuk Imunisasi", yang digelar di Bangsal Kepatihan, Kantor Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta pada Kamis (21/7) malam.

Tujuh pemerintah daerah yang menandatangani komitmen itu ialah Gubernur DI Yogyakarta, Gubernur Banten, Gubernur DKI Jakarta, Gubernur Jawa Barat, Gubernur Jawa Tengah, Gubernur Jawa Timur dan Gubernur Bali.

Target imunisasi

Adanya rembuk bersama ini, kata Budi Gunadi, menjadi momentum penting bagi seluruh kepala daerah di Jawa-Bali untuk menyamakan langkah dan strategi, demi mencapai target imunisasi campak dan rubela hingga 95 persen di wilayahnya masing-masing.

Berdasarkan pengalaman dari vaksinasi Covid-19, Menkes optimistis target ini bisa tercapai.

"Kami belajar dari vaksinasi Covid-19 yang dalam 15 bulan bisa mencapai 400 juta. Ini kami mau mengejar 95 persen atau sekitar 9,4 juta anak di Jawa-Bali untuk 3 jenis vaksin, ada MR, DPT dan Polio. Jadi harusnya bisa, resepnya satu, tidak bisa sendiri-sendiri, harus melibatkan semua komponen masyarakat termasuk Pemerintah Pusat dan pemerintah daerah,'' ujar Budi.

Alokasi anggaran

Halaman
12
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved