Ibadah Haji

Jemaah Haji Embarkasi Jakarta-Bekasi Wajib Jalani Tes Antigen Sebelum Pulang

Jemaah haji embarkasi Bekasi akan dites Covid-19 dulu di debarkasi, sebelum kembai ke rumah masing-masing.

Penulis: Joko Supriyanto | Editor: AC Pinkan Ulaan
TribunBekasi.com/Joko Supriyanto
Jemaah haji embarkasi Bekasi akan dites Covid-19 dulu di debarkasi, sebelum kembai ke rumah masing-masing. Keterangan foto: (ilustrasi) Ratusan calon haji (Calhaj) mulai berdatangan ke Asrama Haji Embarkasi Bekasi Jumat (3/6/2022) pagi. Ratusan calon haji ini merupakan kloter pertama dari Jawa Barat asal Kabupaten Subang. 

TRIBUNBEKASI.COM, BEKASI SELATAN -- Menyusul ditemukannya jemaah haji yang positif Covid-19 saat kembali ke Tanah Air, kini semua jemaah haji wajib melakukan test Covid-19 sebelum pulang ke rumah masing-masing.

Kasi Penyelenggaraan Haji dan Umroh Kemenag Kota Bekasi, Sri Siagawati, mengatakan sejauh ini, berdasarkan pendataan, belum ada jemaah haji asal Kota Bekasi yang terkonfirmasi positif Covid-19.

"Kalo untuk kloter 4 (Kota Bekasi) kemarin yang pulang duluan aman. Bahkan saat ini mereka sudah ada yang mulai aktif kerja gitu, dan alhamdulillah sejauh ini sehat," kata Sri Siagawati, Minggu (24/7).

Menurut Sri, untuk Kota Bekasi masih ada 900 jemaah haji yang belum kembali ke Tanah Air, dan masih menunggu proses jadwal pulang ke Indonesia.

Maka dari itu, atas temuan kasus Covid-19 pada jemaah haji, kini jemaah haji yang tiba di Embarkasi Jakarta-Bekasi wajib menjalankan swab antigen.

"Ya awalnya untuk swab hanya 10 persen sampling, nah sejak kemarin semua jemaah yang kembali ke Tanah Air di debarkasi harus di-swab antigen semuanya," katanya.

Bila reaktif

Jika biasanya jemaah haji dari Bandara Soekarno Hatta langsung menuju debarkasi dan menuju aula kedatangan, kini di Embarkasi Jakarta-Bekasi para jemaah haji yang tiba akan di arahkan ke Aula Musdzalifah. Di sana nantinya semua jemaah haji yang tiba akan menjalani test Covid-19 atau swab antigen.

Jika hasilnya non-reaktif, maka akan langsung diserahkan ke daerah masing-masing jemaah haji. Sedangkan jika ditemukan adanya yang reaktif nantinya jamaah yang dari luar Kota Bekasi, biasanya akan diarahkan ke bus cadangan yang telah disediakan.

"Biasanya kalo daerah lain itu ada bus cadangan. Kan ada 11 bus, 10 bus buat rombongan, 1 bus untuk cadangan. Di situlah kalau ada jemaah yang terindikasi terkonfirmasi dimasukkan ke situ," ujarnya.

Isolasi di rumah

Berbeda dengan jemaah haji asal Kota Bekasi, karena Embarkasi Jakarta-Bekasi berada di Kota Bekasi. Maka jemaah haji yang non-reaktif akan bisa langsung dijemput oleh keluarganya di luar Asrama.

Namun jika reaktif, menurut Sri, petugas kesehatan akan mengarahkan jemaah untuk dapat menjalani isolasi di rumah masing-masing.

"Mudah-mudahan sih enggak ada ya. Kalau pun ada nanti atas izin orang kesehatan, nanti teknisnya seperti apa. Kecuali memang gejala berat pasti langsung dibawa ke rumah sakit. Kalau gejala ringan bisa isolasi di rumah," tandas Sri Siagawati..

Sumber: Tribun bekasi
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved