Berita Karawang

Yahya Maulana, Anak Kuli Bangunan yang Semangat Sekolah, Lulus Sarjana dari UBP dengan IPK 3,82

Yahya Maulana, anak kuli bangunan di Karawang, Jawa Barat, yang berhasil lulus program S1 Universitas Buana Perjuangan (UBP) Karawang dengan IPK 3,82.

Penulis: Muhammad Azzam | Editor: AC Pinkan Ulaan
Tribun Bekasi/Muhammad Azzam
Yahya Maulana, anak kuli bangunan di Karawang, Jawa Barat, yang berhasil lulus program S1 Universitas Buana Perjuangan (UBP) Karawang dengan IPK 3,82. 

TRIBUNBEKASI.COM, KARAWANG -- Selalu ada jalan bagi orang-orang yang tekun berusaha mencapai cita-citanya.

Hal ini dialami oleh Yahya Maulana, warga Karawang yang berhasil lulus program pendidikan Strata-1 (S1) dari Universitas Buana Perjuangan (UBP) Karawang, dengan Iindeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,82.

Padahal beberapa tahun yang lalu dia cemas tak bisa melanjutkan sekolah, karena orangtuanya hanya bekerja sebagai kuli bangunan. Orangtuanya tak mampu membiayai putranya kuliah.

Keinginan Yahya yang kuat untuk kuliah membuatnya tekun mencari beasiswa, sehingga dia bisa kuliah.

Kini mahasiswa Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UBP itu sudah lulus dengan nilai nyaris Cum Laude, membuat kedua orangtuanya bangga dengan prestasinya yang gemilang.

Beasiswa Bidikmisi

Yahya bercerita bahwa sejak awal lulus sekolah menegah atas (SMA) dia sudah bertekad ingin melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.

Dia terus berupaya mencari cara agar bisa terus sekolah, dan menemukan program beasiswa Bidikmisi dari program Kementerian Pendidikan Riset dan Teknologi.

Dia melamar ke program itu, melengkap seluruh persyaratannya sehingga dia mendapatkan beasiswa itu, dan menjadi mahasiswa penerima manfaat beasiswa Bidikmisi.

"Alhamdulillah sangat senang dan bersyukur atas nikmat yang diberikan Allah kepada saya, sehingga mendapat beasiswa Bidikmisi selama masa kuliah. Tentunya ini tak lepas dari doa orangtua juga," kata Yahya seusai seremoni wisuda pada Minggu (24/7).

Yahya adalah pemuda asli Karawang, lahir dan besar di Karawang. Dia merupakan anak pertama dari dua bersaudara yang berasal dari keluarga pra-sejahtera.

Ayahnya bekerja sebagai kuli bangunan, sedangkan ibunya hanya ibu rumah tangga (IRT).

"Saya anak pertama dari dua bersaudara, dan satu-satunya anak yang sudah sarjana," katanya.

Membahagiakan orangtua

Halaman
12
Sumber: Tribun bekasi
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved