Cerita Putri Damanik Saat Lihat Ada Peluang Membuka Usaha Produk Kecantikan di Masa Pandemi Covid-19

Putri Damanik, owner produk kecantikan Putida Beauty tak menampik banyaknya lini usaha besar alami stagnasi atau tutup di era pandemi Covid.

Editor: Panji Baskhara
Istimewa
Putri Damanik, owner produk kecantikan Putida Beauty tak menampik ada banyak lini usaha besar mengalami stagnasi atau tutup di era pandemi Covid-19. 

TRIBUNBEKASI.COM - Pandemi Covid-19 selama dua tahun kemarin tidak membuat Putri Damanik kehilangan akal untuk tingkatkan perekonomian.

Namun bagi Owner Produk Kecantikan Putida Beauty ini, tak menampik banyaknya lini usaha besar alami stagnasi ataupun harus tutup.

Ada juga usaha-usaha kecil dan baru yang muncul dan tumbuh berkembang meskipun pandemi Covid-19 belum juga selesai.

Putri Damanik mengatakan, di awal masa pandemi Covid-19 justru dirinya melihat banyak peluang salah satunya di dunia perawat kulit.

Baca juga: Alasan Dua Aliansi Ini Mendukung Kebijakan Jokowi Soal Relaksasi Perusahaan di Masa Pandemi Covid-19

Baca juga: Usai Pembatasan saat Pandemi Covid-19, Pedagang Hewan Kurban Kini Terjepit Adanya Wabah PMK

Baca juga: Peran Orangtua Membantu Anak dalam Berinteraksi Sosial di Masa Transisi Pandemi Covid-19

"Karena waktu hamil dulu susah menemukan perawatan kulit yang cocok apalagi kulit sensitif," ujar Putri Damanik, Senin (25/7/2022).

Alasan dirinya memutuskan terjun usaha ke dunia kosmetik, lantaran bagi perempuan itu wajah adalah aset.

"Pasti setiap perempuan ingin wajah itu sehat, cerah, enggak kusam, makanya apalagi buat yang kulit sensitif agak harus lebih selektif," tuturnya.

Apalagi untuk para ibu yang sedang hamil ada perubahan hormon, ia mencoba mempelajari bahan yang cocok dan tidak membahayakan janin.

"Oleh sebab itu kami membuat produk yang cocok untuk kulit sensitif. Untuk itu kita buat produk ini, untuk semua generasi cocok," jelas Putri Damanik.

Berbeda dengan produk lainnya dirinya ingin membuat produk yang sehat dan tidak membuat ketergantungan penggunaannya.

"Jadi tidak membuat kulit rusak meskipun tidak lagi menggunakan produk tersebut," lanjutnya.

Transformasi digital juga sudah diterapkan oleh dirinya.

Pasalnya di tengah perkembangan teknologi dan gaya hidup saat ini masyarakat banyak yang berbelanja online karena harga yang lebih murah dan keterbatasan waktu.

'Cara pemasaran menggunakan media sosial, ataupun e-commerce karena mempermudah kita dalam perkenalkan dan memasarkan produk kita secara luas dapat dijangkau banyak orang," tambah Putri Damanik.

Halaman
123
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved