Berita Karawang

Penyelundupan 46 Calon Pekerja Migran Digagalkan, Penjaga Ungkap Aktivitas Selama di Penampungan

Ahmad Ridwan (42) mengaku baru mengenal pemilik penampungan selama sekitar satu setengah bulan bersamaan dengan ditampungnya para CPMI

Penulis: Muhammad Azzam | Editor: Ichwan Chasani
TribunBekasi.com/Muhammad Azzam
Ahmad Ridwan (42), petugas keamanan rumah penampungan 46 calon pekerja migran Indonesia (CPMI) yang hendak diberangkatkan secara ilegal ke Arab Saudi. 

TRIBUNBEKASI.COM, KARAWANG — Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Jawa Barat bersama Polres Karawang berhasil menggagalkan 46 calon pekerja migran Indonesia (CPMI) yang hendak diberangkatkan secara ilegal ke Arab Saudi.

Puluhan CPMI ini diselamatkan setelah petugas menggerebek sebuah rumah di Dusun Mekarsari, Nomor 33, RT 011, RW 003, Desa Kalangsari, Kecamatan Rengasdengklok, Kabupaten Karawang pada Minggu (24/7/2022).

Petugas keamanan rumah tersebut, Ahmad Ridwan (42) mengaku tidak mengetahui secara rinci persoalan tersebut.

Dirinya hanya diminta bekerja di lokasi rumah yang menjadi tempat penampungan CPMI tersebut.

Misalnya membuka tutup gerbang, memantau kegiatan, dan menjaga agar para CPMI tidak keluar tanpa izin karena demi keselamatan.

Baca juga: Bocah yang Dirantai Ortunya Akan Diasuh Bibinya usai Rehabilitasi Sosial di STPL Bekasi

Baca juga: Saung Keramba Preto, Wisata Kulineran Baru di Kota Bekasi, Bisa Jadi Alternatif Liburan Akhir Pekan

"Saya baru satu setengah bulanan diminta menjaga di sini," kata Ridwan kepada awak media, Selasa (26/7/2022).

Ia menyebut tak tahu menahu soal pengurusan administrasi para CPMI, termasuk izin perusahaan penyalur pekerja migran tersebut.

Dirinya juga mengaku baru mengenal pemilik penampungan selama sekitar satu setengah bulan bersamaan dengan ditampungnya para CPMI tersebut.

"Saya tahunya di sini ngontrak, sudah ada izin lingkungan dan surat keterangan domisili dari Desa Kalangsari. Soal yang lain saya engga tahu," jelas dia.

Terkait aktivitas puluhan CPMI di rumah ini, Ridwan menerangkan aktivitasnya tiap malam Jumat melakukan pengajian, tiap pagi senam dan belajar bahasa arab.

Baca juga: Bharada E Belum Hadiri Pemeriksaan, Komnas HAM Minta Hari Ini atau Besok Pagi 

Baca juga: Datang Bersamaan, Sejumlah Ajudan Irjen Ferdy Sambo Penuhi Panggilan Komnas HAM

Selain itu juga, kondisi para CPMI sehat lantaran asupan makan dipenuhi.

"Kondisi mereka sehat, makanan setiap satu minggu sekali saya stok beras sayuran dan bahan makan buat di masak," katanya.

Rumah tempat penampungan 46 calon pekerja migran Indonesia (CPMI) ilegal Karawang, Jawa Barat terpantau sepi usai penggerebekan.

Diketahui, mereka direncanakan akan diberangkatkan ke Arab Saudi secara ilegal.

Halaman
123
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved