Berita Karawang

Usai Digerebek, Rumah Penampungan 46 Calon Pekerja Migran Ilegal di Karawang Terpantau Sepi

Lokasi rumah itu berada persis di pinggir Jalan Raya Proklamasi dengan pagar dan gerbang besi. Pintu gerbang berwarna hijau itu hanya terbuka sedikit.

Penulis: Muhammad Azzam | Editor: Ichwan Chasani
TribunBekasi.com/Muhammad Azzam
Suasana tempat penampungan calon pekerja migran Indonesia (CPMI) ilegal di Dusun Mekarsari, Nomor 33, RT 011, RW 003, Desa Kalangsari, Kecamatan Rengasdengklok, Kabupaten Karawang nampak sepi, pada Selasa (26/7/2022). 

TRIBUNBEKASI.COM, KARAWANG — Rumah tempat penampungan 46 calon pekerja migran Indonesia (CPMI) ilegal Karawang, Jawa Barat terpantau sepi usai penggerebekan.

Diketahui, mereka direncanakan akan diberangkatkan ke Arab Saudi secara ilegal.

Dari pantauan TribunBekasi.com, tempat penampungan CPMI ilegal di Dusun Mekarsari, Nomor 33, RT 011, RW 003, Desa Kalangsari, Kecamatan Rengasdengklok, Kabupaten Karawang nampak sepi.

Lokasi rumah tersebut berada persis di pinggir Jalan Raya Proklamasi dengan pagar dan gerbang besi.

Keadaan pintu gerbang berwarna hijau itu hanya terbuka sedikit saja.

Baca juga: Bocah yang Dirantai Ortunya Akan Diasuh Bibinya usai Rehabilitasi Sosial di STPL Bekasi

Baca juga: Saung Keramba Preto, Wisata Kulineran Baru di Kota Bekasi, Bisa Jadi Alternatif Liburan Akhir Pekan

Saat masuk ke dalam hanya ada petugas keamanan atau centeng yang berjaga dengan berpakaian bebas.

Saat memasuki area rumah itu, terlihat lahan dan bangunannya cukup luas.

Di dalam rumah itu ada sejumlah kamar, dan ada juga tempat khusus untuk menjemur pakaian yang bagian depannya juga ditembok dengan batako.

Petugas keamanan rumah tersebut, Ahmad Ridwan (42) mengaku terkejut adanya kegiatan penggerebekan tersebut.

Sebab, dia baru bekerja satu setengah bulan bekerja menjadi penjaga rumah penampungan CPMI tersebut.

Baca juga: Bharada E Belum Hadiri Pemeriksaan, Komnas HAM Minta Hari Ini atau Besok Pagi 

Baca juga: Datang Bersamaan, Sejumlah Ajudan Irjen Ferdy Sambo Penuhi Panggilan Komnas HAM

"Saya kaget juga pas ada yang gerebek, saya engga tahu apa-apa. Saya cuman disuruh jagain rumah. Apalagi kalau ternyata penyalurnya ilegal," katanya, saat ditemui pada Selasa (26/7/2022).

Dia menceritakan, penggerebekan terjadi pada Minggu, 24 Juli 2022 sekira pukul 12.30 WIB.

Ketika itu datang pihak kepolisian bersama Balai Pelayanan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Jawa Barat.

"Saya aja baru tau itu namanya petugas BP3MI Bandung yang datang sama polisi. Saya mah sebagai satpam lah di sini, masalah TKW saya engga tahu. Saya cuman disuruh jagain aja, mantau ibu-ibu makannya, sama biar engga keluar gerbang karena kan lagi karantina," jelas dia.

Halaman
12
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved