Berita Karawang

Paguyuban Angkot di Karawang Demo Minta Pemda Tertibkan Odong-odong, Ini Alasannya

Perwakilan Paguyuban Angkot Karawang, Warjaya mengatakan, meminta Pemkab Karawang menertibkan angkutan odong-odong.

Penulis: Muhammad Azzam | Editor: Dedy
TribunBekasi.com
Puluhan sopir angkutan kota (angkot) melakukan unjuk rasa di depan Kantor Bupati Karawang, pada Kamis (28/7/2022). 

TRIBUNBEKASI.COM, KARAWANG --- Puluhan sopir angkutan kota (angkot) berunjuk rasa di depan Kantor Bupati Karawang, pada Kamis (28/7/2022).

Mereka menuntut Pemerintah Kabupaten Karawang menertibkan odong-odong atau kendaraan modifikasi

Perwakilan Paguyuban Angkot Karawang, Warjaya mengatakan, meminta Pemkab Karawang menertibkan angkutan odong-odong.

Pasalnya, mereka masih menemukan angkutan odong-odong berkeliaran padahal hal itu melanggar dan sudah ada kesepakatan sebelumnya.

"Sejak kendaraan modifikasi seperti odong-odong atau dora dan kereta mini makin marak penghasilan sopir angkot menurun drastis," katanya, pada Kamis (28/7/2022).

Dia menilai, kehadiran odong-odong ini merebut jalur trayek yang dimiliki angkot.

Baca juga: Detik-detik Mengerikan Odong-odong Dihajar Kereta Tewaskan 9 Orang, Saksi: Sudah Diteriaki Warga

Lebih dari itu, sopir angkot menilai kendaraan modifikasi melanggar aturan lalu lintas.

"Maka dari itu kami menuntut agar kendaraan modifikasi ini segera ditindak dan ditertibkan. Karena mereka melanggar Undang-Undang Lalu Lintas. Kalau angkot aturannya sudah jelas, kami punya STNK, kami punya trayek dan jalur. Kalau kendaraan modifikasi tidak jelas. Bahkan makin marak," tegasnya.

Sementara itu, Pengurus Paguyuban Angkot Karawang Ari Kurnia mengungkapkan, kehadiran mobil odong-odong atau biasa dikenal di Karawang Dora membuat penghasilannya turun.

BERITA VIDEO : ODONG-ODONG DITABRAK KERETA, 9 ORANG TEWAS

Dalam sehari ia hanya membawa uang Rp 20 ribu sampai Rp 30 ribu ke rumah.

Jumlah tersebut bersih setelah dipotong setoran ke pemilik angkot senilai Rp 110 ribu dan ongkos bensin.

"Sebelum kendaraan modifikasi makin marak, kami bisa mengantongi lebih dari Rp 50 ribu dalam sehari," ujar Ari.

Ari menegaskan, agar Pemkab Karawang melakukan langkah penindakan kehadiran mobil dora tersebut.

Halaman
123
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved