Berita Kecelakaan

Pasca Kecelakaan Odong-Odong 9 Orang Tewas, Warga Trauma, Tak Bisa Tidur, Makan, Takut Lihat Kereta

Indah mengaku, tidak dapat tidur hingga dua hari lamanya, lantaran selalu terngiang suara hantaman kereta api dengan Odong-odong yang begitu keras.

Penulis: Gilbert Sem Sandro | Editor: Dedy
Wartakotalive.com
Pasca kecelakaan maut yang menewaskan 9 orang penumpang Odong-odong di Desa Silebu, Kecamatan Kragilan, Kabupaten Serang, Banten, pada Selasa (26/7) lalu, mengakibatkan trauma bagi warga sekitar lokasi kejadian. 

Putra dari Sugianti pun mengalami hal serupa, yang enggan untuk makan setelah menolong para korban yang mengalami musibah itu.

Menurutnya, tumpahan darah para korban yang amat banyak menyebabkan anaknya itu tidak selera untuk makan.

"Anak saya sampai gak mau makan karena terbayang-bayang darah para korban itu," terangnya.

Ia menyebut, 9 orang korban yang meningal dunia di lokasi kejadian tidak memiliki luka luar atau terlihat darah.

Justru korban yang mengalami luka-luka baik itu ringan ataupun luka berat adalah korban yang masih dalam kondisi hidup.

"Korban yang luka-luka berdarah itu justru korban yang masih hidup, yang meninggal dunia itu sama sekali enggak ada luka yang terlihat," ucapnya.

"Salah satunya itu anak kecil kira-kira 3 tahun, dia mengalami luka di kaki yang robek sampai kelihatan tulang dan dadanya patah, tapi masih ternyata masih hidup," jelas Sugianti.

(Laporan Wartawan Wartakotalive.com, Gilbert Sem Sandro/m28)

 

Sumber: Wartakota
Berita Terkait

Ikuti kami di

AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved