Berita Nasional

Denny Indrayana Kaji Langkah Hukum Selanjutnya Usai Mardani Maming Ditahan KPK

Denny Indrayana kembali menegaskan bahwa kasus yang menjerat kliennya murni perkara urusan bisnis di Kalimantan Selatan.

Editor: Ichwan Chasani
Tribunnews.com/Ilham Rian Pratama
Mardani H Maming 

TRIBUNBEKASI.COM — Kuasa hukum Mardani H Maming, Denny Indrayana, masih mempelajari upaya hukum lanjutan setelah kliennya dijebloskan KPK ke rutan.

Seperti diketahui, Mantan Bupati Tanah Bumbu Mardani H Maming akhirnya ditahan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Kamis (28/7/2022) kemarin.

Penahanan dilakukan terhadap tersangka kasus dugaan suap dan gratifikasi pemberian izin usaha pertambangan (IUP) di Tanah Bumbu itu karena sudah diputus kalah dalam sidang praperadilan.

"Kami tentu akan mengkaji langkah hukum apa yang akan dilakukan," kata Denny Indrayana, Jumat (29/7/2022).

Denny Indrayana kemudian menerangkan soal dasar seseorang yang masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) tidak boleh mengajukan praperadilan.

Baca juga: Terkait Kemungkinan Penahanan, Pendiri ACT Ahyudin Akan Hargai Hak Penyidik

Baca juga: Pasangan Suami Istri Jadi Komplotan Maling Motor, Diciduk Polisi Usai 10 Kali Beraksi

Diketahui, Mardani H Maming dijadikan DPO oleh KPK karena pihak lembaga antirasuah itu merasa Mardani H Maming tak kooperatif saat dipanggil.

Hal itulah yang dijadikan hakim sebagai salah satu pertimbangan untuk menolak gugatan praperadilan yang dilayangkan Mardani H Maming kepada KPK.

"Surat edaran MA (Mahkamah Agung) yang dijadikan dasar untuk menolak itu mengatakan orang yang DPO dilarang mengajukan praperadilan. Loh kami mengajukan praperadilannya jauh sebelum jadi DPO, tiba-tiba di-DPO-kan sehari menjelang putusan dan itu dijadikan dasar menolak praperadilan kami," kata Denny Indrayana.

"Itu yang kami sebut praperadilan ini disabotase karena belum diperiksa sebenarnya pokok permohonan kami bahwa statusnya itu tidak sah penetapan tersangka dan banyak hal lain," lanjut eks Wakil Menteri Hukum dan HAM itu menambahkan.

Denny Indrayana kembali menegaskan bahwa kasus yang menjerat kliennya murni perkara urusan bisnis di Kalimantan Selatan.

Baca juga: Segera Diadili di Meja Hijau, Berkas Perkara Roy Suryo Terus Dikebut

Baca juga: Menparekraf Sebut Desa Wisata Bugisan Bisa Jadi Klaster Percontohan Penciptaan Lapangan Kerja Baru

Halaman
123
Sumber: Tribunnews.com
  • Ikuti kami di
    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved