Berita Kriminal

Terlibat Kasus Penganiayaan Pasar Sumber Arta, Lima Pria Diamankan Polres Metro Bekasi Kota

Kelima pria yang diamankan polisi dampak terlibat aksi penganiayaan di Pasar Sumber Arta, Kota Bekasi diantaranya berinisial F, FT, SD, MS dan H.

Penulis: Joko Supriyanto | Editor: Panji Baskhara
Pexel.com/Tima Miroshnichenko
Ilustrasi: Lima pria diamankan polisi dampak terlibat aksi penganiayaan di Pasar Sumber Arta, Kota Bekasi berinisial F, FT, SD, MS dan H, Senin (25/7/2022). 

TRIBUNBEKASI.COM - Lima pemuda Bekasi diamankan Satreskrim Polres Metro Bekasi Kota.

Kelima pemuda itu diketahui terlibat aksi penganiayaan, pada Senin (25/7/2022) lalu.

Diketahui, aksi penganiayaan di Pasar Sumber Arta, Kota Bekasi, Jawa Barat.

Kelima orang pria yang diamankan polisi tersebut diantaranya berinisial F, FT, SD, MS dan H.

Baca juga: Polisi Sebut Tak Menutup Kemungkinan Kasus Dugaan Penganiayaan Aktor Laga Iko Uwais Berakhir Damai  

Baca juga: Kasus Dugaan Penganiayaan oleh Aktor Laga Iko Uwais, Kapolres Bekasi: Segera Kami Sampaikan Hasilnya

Baca juga: Soal Kasus Penganiayaan oleh Iko Uwais, Polisi Belum Terima Rencana Damai dari Terlapor dan Pelapor

Kapolres Metro Bekasi Kota, Kombes Hengki mengatakan kasus bermula atas laporan polis terkait ada peristiwa penganiayaan.

Bahkan dalam peristiwa ini, ada dua korban mengalami luka bacok.

"Jadi, tersangka ini melakukan kekerasan atau penggeroyokan terhadap 5 orang korban, 2 luka bacok maupun 3 lainnya alami luka-luka memar akibat benda tumpul," kata Hengki di Polres Metro Bekasi Kota, Jumat (29/7/2022).

Diungkap Hengki, peristiwa penganiayaan ini bermula saat salah pelaku F dan FT berboncengan memakai sepeda motor untuk membeli minuman keras di Pasar Sumber Arta, Kota Bekasi.

Pada saat membeli menuman keras itu, pedagang minuman tidak respon cepat melayani F dan FT hingga sempat terjadi percekcokan, hal ini pun diketahui rekan pelaku D dan A yang akhirnya  melerai percekcokan yang terjadi.

"Akhirnya minuman yang diharapkan oleh F dan FT diberikan, lalu minuman itu diberikan oleh rekannya yang baru saja tiba,"

"Setelah itu kemudian para TSK kembali ke tempat meteka berkumpul yang berada  di daerah Depkes Jatibening" katanya.

Setibanya di lokasi tempat TSK berkumpul, sala satu pelaku D menyampaikan jika jam tangannya hilang.

Atas hal ini D dan H berinisiatif kembali ke tempat penjual miras di Pasar Sumber Arta.

Saat tengah mencari jam D yang hilang, keduanya mendengar perkataan seorang sekuriti yang menyinggung.

Halaman
12
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved