Berita Bekasi

DP3A Fokus Dampingi Psikologis Korban Pelecehan Staf Perpustakaan Sekolah di Kota Bekasi 

Sub Koordinator DP3A Kota Bekasi, Linda Ariesta mengatakan setelah kasus dugaan pelecehan itu viral, DP3A Kota Bekasi langsung mendatangi sekolah itu.

Penulis: Joko Supriyanto | Editor: Ichwan Chasani
TribunBekasi.com/Joko Supriyanto
Kasus dugaan pelecehan seksual di sekolah kembali terjadi di Kota Bekasi, yaitu melibatkan staf sekolah di SMP Negeri 6 Kota Bekasi. 

TRIBUNBEKASI.COM, BEKASI SELATAN — Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kota Bekasi akan memberikan perlindungan psikologis terhadap para siswi yang menjadi korban pelecehan seksual yang dilakukan staf Perpustakaan Sekolah di Kota Bekasi.

Sub Koordinator DP3A Kota Bekasi, Linda Ariesta mengatakan setelah laporan kasus yang sempat viral itu DP3A Kota Bekasi langsung mendatangi sekolah tersebut.

Di sana ada murid yang mengalami tindakan pelecehan yang dilakukan oleh DP (30).

Diungkapkan Linda Ariesta, ada 9 siswa yang mengaku menjadi korban.

Mereka pun sudah dilakukan wawancara dengan DP3A untuk mengetahui fakta-fakta yang sebenarnya.

Baca juga: Berdayakan Janda dan Lansia Bikin Jamu dan Kerupuk Kencur, Mak Edah Raih Local Hero Achievement

Baca juga: Diduga Korsleting Listrik, Toko Foto Copy Hangus Terbakar

Dari cerita korban memang, pelaku melakukan pelecehan hingga membuat korban trauma.

"Dari sembilan orang itu yang kita gali dan kita dengar dari keteranganya, dua anak dari sembilan orang itu yang satu dipeluk dari belakang, terus yang satu lagi dipegang tangannya. Dari situ kita tanyakan ternyata trauma, saya takut katanya," kata Linda Ariesta, Rabu (3/8/2022).

Diungkapkan oleh Linda Ariesta, jika beberapa korban ini sudah diperlakukan tak menyenangkan oleh pelaku sejak para korban duduk di bangku SMP kelas 1.

Bahkan ada beberapa korban lain sudah lulus dari Sekolah tersebut.

Menurut Linda Ariesta para korban takut melaporkan kejadian yang dialami.

Baca juga: Lowongan Kerja Karawang: Perusahaan PMA Jepang Produsen Kabel Kelistrikan, Butuh Supervisor

Baca juga: Saat Syuting Film Pengabdi Setan 2: Communion, Tara Basro Akui Rasakan Suasana Horor

"Intinya para korban ini takut bercerita kepada orang tua, gamau bercerita sama guru. Berarti dia trauma dong, sampe dia sendiri katanya aja takut lewat di depan perpustakaan itu, karena memang pelaku kan kerjanya disitu," katanya.

Mengingat kondisi para korban pengalaman trauma, DP3A Kota Bekasi saat ini fokus untuk memberikan  pendampingan psikologis kepada para korban.

Sebab para korban banyak yang merasa trauma atas insiden tersebut.

"Jadi kita fokus melakukan pendampingan terus memulihkan kondisi psikologis korban apabila dia mengalami trauma. Nanti kita adakan konseling dengan membawa psikolog," ucapnya.

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved