Berita Bekasi

Jumlah Penderita DBD di Kabupaten Bekasi Melonjak, Dinkes Ajak Masyarakat Terapkan Pola Hidup Bersih

Masrikoh mengimbau kepada masyarakat untuk tetap menjaga kebersihan sehingga perkembangbiakan nyamuk Aedes Aegypti bisa dikendalikan. 

Penulis: Rangga Baskoro | Editor: Dedy
Tribunnews.com
Ilustrasi DEMAM BERDARAH DENGUE --- Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bekasi mencatat terjadi lonjakan kasus penderita demam berdarah dengue (DBD). 

Terlebih lagi, perkembangbiakan nyamuk Aedes Aegypti semakin meningkat ketika setelah musim kemarau.

"Naik karena perkembangbiakan nyamuk demam berdarah biasanya memang habis musim kemarau dan lingkungan yang kotor juga mempengaruhi," ungkap Masrikoh saat dikonfirmasi, Jumat (5/8/2022).

Jentik-jentik nyamuk tumbuh di genangan air yang tertampung dalam wadah dan barang-barang bekas. Alhasil, nyamuk aedes aegypti semakin berkembangbiak.

"Masyarakat mestinya paham kalau nyamuk suka dengan barang-barang bekas, di sana ada genangan air maka timbul jentik-jentik, nah mestinya dikuras atau dikubur barang-barang yang tidak dipakai supaya tidak jadi sarang nyamuk, jadi kepekaan masyarakat menurun untuk melakukan jumantik," katanya.

Oleh sebab itu, ia mengimbau agar masyarakat meningkatkan kesadaran untuk menguras, mengubur dan menutup.

Terlebih lagi, tidak menimbun barang-barang bekas yang bisa menjadi sarang nyamuk.

"Jangan timbun barang-barang bekas karena rentan menjadi sarang nyamuk. Kalau perlu ajukan fogging ke desa dan kelurahan masing-masing," ucap Masrikoh.

  • Ikuti kami di
    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved