Berita Bekasi

Waspadai Penyebaran Virus Cacar Monyet, Dinkes Kota Bekasi Sebar Surat Edaran ke Masyarakat

Staf Khusus Dinas Kesehatan Kota Bekasi, Sudirman, memastikan, saat ini pihaknya belum mendapatkan laporan atas penyakit cacar cacar monyet

Penulis: Joko Supriyanto | Editor: Dedy
www.gov.uk
Berbagai bentuk benjolan dan lesi yang muncul saat seseorang mengidap cacar monyet (monkeypox). Pada tahap inilah penularan bisa terjadi. Menurut laman kesehtaan Pemerintah Inggris (www.gov.uk), setelah bentolan mengering dan rontok, di sana masih ada virus yang masih bisa menular. 

TRIBUNBEKASI.COM, BEKASI SELATAN --- Penyakit cacar monyet atau monkeypox diduga telah masuk ke Indonesia.

Bahkan kabarnya sudah ditemukan satu orang pasien yang diduga suspek cacar monyet itu, pasien ini
teridentifikasi di Semarang, Jawa Tengah.

Menyikapi temuan ini, Staf Khusus Dinas Kesehatan Kota Bekasi, Sudirman, memastikan, saat ini pihaknya belum mendapatkan laporan atas penyakit cacar cacar monyet atau monkeypox itu.

"Untuk di Kota Bekasi, sampai saat ini belum ada (temuan kasus)," kata Sudirman, Jumat (5/8/2022).

Meski diakui sudah ada temuan kasus cacar monyet masuk ke Indonesia, saat ini Kementerian Kesehatan sudah memberikan imbauan kepada seluruh Dinas Kesehatan untuk mewaspadai kasus ini.

Pemerintah Kota Bekasi sendiri pun juga sudah mengeluarkan surat edaran atas antisipasi penyakit tersebut.

Baca juga: Dinkes Kota Bekasi Imbau Warga Waspada Penyebaran Cacar Monyet, Begini Gejalanya

"Sebetulnya waktu muncul imbauan dari WHO dan Kemenkes, kita sudah membuat edaran untuk segera melaporkan jika ada temuan gejala-gejala seperti cacar monyet itu, seperti itu," katanya.

Meskipun belum ada temuan kasus di Kota Bekasi, Sudirman mengatakan jika seluruh rumah sakit yang ada di Kota Bekasi siap melakukan penanganan jika ditemukan pasien penderita cacar monyet.

Walaupun belum diketahui secara detail tingkat gejala yang dialami seperti apa, apakah sampau menimbulkan kematian.

"Kalau rumah sakit sih siaplah,  cacar monyet kan sebetulnya masih belum juga, diketahui tingkat sefirity levelnya atau tingkat beratnya apakah harus di rawat, menimbulkan kematian dan ini kan belum seperti itu, kalau rumah sakit sih siap," ucapnya. 

Halaman
123
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved