Penembakan Brigadir J

Ditempatkan di Tempat Khusus Selama 30 Hari, Mabes Polri Pastikan Ferdy Sambo Belum Tersangka

Mabes Polri juga memastikan bahwa status eks Kadiv Propam Polri Irjen Pol Ferdy Sambo saat ini belum menjadi tersangka dalam kasus kematian Brigadir J

Editor: Ichwan Chasani
Warta Kota/Miftahul Munir
Irjen Ferdy Sambo usai menjalani pemeriksaan selama tujuh jam di ruang penyidik Bareskrim Polri atas kematian Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat pada Kamis (4/8/2022). 

TRIBUNBEKASI.COM — Mantan Kepala Divisi Propam Mabes Polri, Irjen pol Ferdy Sambo saat ini telah ditempatkan di tempat khusus di Mako Brimob Polri Kelapa Dua Depok.

Kepala Divisi Humas Mabes Polri Irjen Dedi Prasetyo mengungkapkan bahwa Irjen Ferdy Sambo akan ditempatkan di tempat khusus tersebut selama 30 hari.

Adapun durasi 30 hari tersebut, kata Irjen Dedi Prasetyo, sebagaimana informasi dari inspektorat khusus (Itsus).

"30 hari (ditempatkan di tempat khusus-red), informasi dari Itsus (Inspektorat Khusus-red)," ucap Irjen Dedi Prasetyo saat dikonfirmasi, Minggu (7/8/2022).

Menurut Irjen Dedi Prasetyo, penempatan Irjen Ferdy Sambo di tempat khusus itu mengacu pada Peraturan Polri Nomor 7 tahun 2022 untuk diperiksa pada dugaan pelanggaran kode etik atas ketidakprofesionalan dalam olah TKP kasus Brigadir J.

Baca juga: Ajukan Justice Collaborator Kliennya, Kuasa Hukum Bharada E Senin Besok ke LPSK

Baca juga: Harga Emas Batangan Antam Minggu Ini Masih Stagnan, Simak Rinciannya

Kendati begitu, Irjen Dedi Prasetyo masih enggan memberikan penjelasan secara detail terkait tempat khusus tersebut.

Mabes Polri juga memastikan bahwa status eks Kadiv Propam Polri Irjen Pol Ferdy Sambo saat ini belum menjadi tersangka dalam kaitan kasus kematian Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J.

"Ya belum. Kalau tersangka itu, siapa yang tersangkakan, yang tersangkakan kan dari timsus, ini kan irsus. makanya jangan sampai salah," kata Dedi dalam jumpa pers, Sabtu (6/8/2022).

Irjen Dedi Prasetyo menjelaskan dalam perkara ini terdapat Tim Khusus (Timsus) dan inspektorat khusus (Irsus) yang memiliki dua tugas pokok dan fungsi yang berbeda dalam pengungkapan kasus ini.

Dalam hal ini, Timsus mengungkap tindak pidana penembakan Brigadir J secara Scientific Crime Investigation (SCI) atau

Baca juga: Lowongan Kerja Bekasi: Perusahaan PMA Bidang Die Casting Otomotif dan Elektronik Butuh Driver

Baca juga: Gaby JKT48 Berhasil Ajak Member Generasi Satu Gabung ke Panggung saat Konser Kelulusan

Sedangkan, Irsus, melakukan pendalaman adanya dugaan pelanggaran kode etik dalam kasus Brigadir J terhadap polisi-polisi.

"Inspektorat khusus itu memeriksa pelanggaran kode etik. Kode etik yang dilakukan oleh 25 orang yang disebut bapak Kapolri," ujar Irjen Dedi Prasetyo. (Tribunnews.com/Rizki Sandi Saputra)

Sumber: Tribunnews.com
  • Ikuti kami di
    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved