Penembakan Brigadir J

Usai Penangkapan Irjen Ferdy Sambo, Tak Ada Penjagaan Ketat di Mako Brimob Kelapa Dua Depok

Irjen Ferdy Sambo ditempatkan di Mako Brimob karena melanggar kode etik dan tidak profesional dalam menjalankan olah TKP kematian Brigadir J.

Penulis: Miftahul Munir | Editor: Ichwan Chasani
Warta Kota/Miftahul Munir
Setelah Irjen Ferdy Sambo dibawa ke Mako Brimob Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat, tak ada penjagaat ketat dari petugas pada Minggu (7/8/2022) pagi. 

TRIBUNBEKASI.COM — Usai mantan Kadiv Propam Polri, Irjen Ferdy Sambo, dibawa ke Mako Brimob Polri Kelapa Dua Depok, Jawa Barat, tak nampak adanya penjagaat yang ketat dari petugas pada Minggu (7/8/2022) pagi.

Pantauan di lokasi, di depan pintu masuk, hanya ada dua anggota bersenjata laras panjang, menggunakan helm hitam dan body vest.

Setiap kendaraan roda dua dan kendaraan roda empat yang hendak masuk ke Mako Brimob, diperiksa lebih dulu oleh dua anggota tersebut.

Mereka bertanya tujuan dan keperluan pengendara yang masuk ke dalam Mako Brimob guna mencegah hal yang tak diinginkan.

Dari pantauan lokasi juga terlihat ada lima sepeda motor tril dan satu mobil taktis disiagakan depan Mako Brimob.

Baca juga: Ditempatkan di Tempat Khusus Selama 30 Hari, Mabes Polri Pastikan Ferdy Sambo Belum Tersangka

Baca juga: Ajukan Justice Collaborator Kliennya, Kuasa Hukum Bharada E Senin Besok ke LPSK

Kendaraan di sekitar lokasi masih bisa lalu lalang dengan kecepatan di atas 40 kilometer perjam. 

Sejumlah awak media hanya bisa menunggu di trotoar sisi kiri pintu masuk Mako Brimob Kelapa Dua Depok.

Hingga kini belum ada penjelasan apapun yang diberikan oleh Komandan Brimob Kelapa Dua. 

Sebelumnya dikabarkan, Irjen Ferdy Sambo ditempatkan di ruang khusus Mako Brimob Kelapa Dua, Depok oleh Inspektorat Khusus (Irsus) pada Sabtu (6/8/2022) sore.

Jenderal bintang dua itu dibawa ke sana karena melanggar kode etik dan tidak profesional dalam menjalankan olah tempat kejadian perkara (TKP) kematian Brigadir Yosua alias Brigadir J.

Baca juga: Harga Emas Batangan Antam Minggu Ini Masih Stagnan, Simak Rinciannya

Baca juga: Lowongan Kerja Bekasi: Perusahaan PMA Bidang Die Casting Otomotif dan Elektronik Butuh Driver

Kepala Divisi Humas Mabes Polri Irjen Dedi Prasetyo mengatakan, ketidak profesionalan itu karena mengambil CCTV dan lain-lain di rumah dinas Kompleks Polri Duren Tiga atau tempat kematian Brigadir J.

Perbuatan tersebut dinilai menghambat proses penyelidikan dan penyidikan tim khusus bentukan Kapolri Jenderal Listyo Sigit.

"Dari hasil pemeriksaan Direktorat Khusus terkait menyangkut masalah peristiwa tersebut, sudah memeriksa kurang lebih 10 saksi dan beberapa bukti," tegasnya Minggu (7/8/2022).

Namun demikian, penempatan mantan Kadiv Humas Mabes Polri di mako Brimob bukan ditangkap dan ditahan.

Tapi hanya menjalani proses pemeriksaan di ruang khusus supaya semua berjalan dengan akuntabel.

"Harus bisa membedakan Irsus fokusnya masalah pelanggaran kode etik, timsus kerjanya proses pembuktian secara ilmiah," ucap Irjen Dedi Prasetyo. (Wartakotalive.com/Miftahul Munir)

Sumber: Wartakota
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved