Penembakan Brigadir J

UPDATE Penembakan Brigradir J: Jadi Tersangka, Ajudan Istri Ferdy Sambo Terancam Hukuman Mati

Bahkan Brigadir Ricky Rizal dijerat pasal pembunuhan berencana dengan ancaman terberat hukuman mati.

Editor: Ichwan Chasani
Kolase Tribunnews.com
Irjen Ferdy Sambo bersama sang istri Putri Candrawati dan Brigadir J (Kanan). 

TRIBUNBEKASI.COM — Bareskrim Polri telah menetapkan satu tersangka lainnya selain Bharada Richard Eliezer Pudihang Lumiu alias Bharada E, dalam kasus penembakan Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J.

Selain Bharada E, Penyidik Bareskrim Polri juga menetapkan Brigadir Ricky Rizal (RR), ajudan istri Irjen Ferdy Sambo  tersangka dalam kasus penembakan Brigadir J tersebut.

Bahkan Brigadir Ricky Rizal dijerat pasal pembunuhan berencana dengan ancaman terberat hukuman mati.

"(RR disangkakan) dengan Pasal 340 subsider Pasal 338 juncto Pasal 55 dan Pasal 56 KUHP," kata Dirtipidum Bareskrim Polri, Brigjen Andi Rian Djajadi, ketika dikonfirmasi, Senin (8/8/2022).

Sekedar diketahui, Pasal 340 KUHP berbunyi: “Barangsiapa sengaja dan dengan rencana terlebih dahulu merampas nyawa orang lain, diancam, karena pembunuhan dengan rencana (moord), dengan pidana mati atau pidana penjara seumur hidup atau selama waktu tertentu, paling lama dua puluh tahun penjara.

Baca juga: Gagal Berumah Tangga Tiga Kali, Risty Tagor Gak Mikirin Lagi Kriteria Calon Suami

Baca juga: Hibur Warga Rusia, Rara LIDA Bakal Goyang Dangdut saat HUT Ke-67 RI

Sedangkan Pasal 338 KUHP berbunyi “Barang siapa dengan sengaja merampas nyawa orang lain, diancam karena pembunuhan dengan pidana penjara paling lama 15 tahun.”

Sementara Pasal 55 KUHP Ayat (1) berbunyi:

Dipidana sebagai pelaku tindak pidana:

Mereka yang melakukan, yang menyuruh melakukan, dan yang turut serta melakukan perbuatan; Mereka yang dengan memberi atau menjanjikan sesuatu, dengan menyalahgunakan kekuasaan atau martabat, dengan kekerasan, ancaman atau penyesatan, atau dengan memberi kesempatan, sarana atau keterangan, sengaja menganjurkan orang lain supaya melakukan perbuatan.

Pasal 55 KUHP Ayat (2) berbunyi: 

Terhadap penganjur, hanya perbuatan yang sengaja dianjurkan sajalah yang diperhitungkan, beserta akibat-akibatnya.

Baca juga: Roy Suryo Ajukan Permohonan Jadi Tahanan Kota Usai Jadi Tersangka dan Ditahan di Rutan Polda

Baca juga: Web Series Jiwa Manis Hadirkan Petualangan dan Citarasa Kuliner Khas Pulau Jawa

Pasal 56 KUHP berbunyi

Dipidana sebagai pembantu kejahatan:

1. Mereka yang sengaja memberi bantuan pada waktu kejahatan dilakukan;

Halaman
12
Sumber: Tribunnews.com
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved